Tanpa Solusi, Sampah kembali numpuk di Perbatasan Kota Metro

  • Whatsapp
Lokasi pembuangan sampah liar di Jl. Veteran Hadimulyo Barat Kota Metro, Jum'at. (3/7/20202). Foto : MM

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Pemandangan tumpukan sampah serta bau menyegat kembali terlihat dirasakan saat melintas Jl. Veteran Hadimulyo Barat Kota Metro, perbatasan Kota Metro dengan Kabupaten Lampung Tengah, Jum’at (3/7/2020).

Beraneka ragam sampah menumpuk, mulai dari sampah rumah tangga hingga kotoran hewan. Sehingga bau tidak sedap tercium didekat lokasi tumpukan sampah itu. Bahkan sebagian sampah plastik berserakan di jalan akibat angin dari kendaraan yang melintas.

Edo (40), warga yang melintas di wilayah tersebut mengatakan, tumpukan sampah kian menumpuk semakin banyak dan menimbulkan bau tidak sedap .

“Penumpukan sampah di Jl. Veteran Hadimulyo Barat semakin hari menumpuk banyak. Kalau tidak segera ditangani dapat masuk kedalam sungai yang berdekatan.Selain itu menimbulkan bau tidak sedap ketika kita melintas, ” ungkap Edo.

Ditambahkannya,perlu penanganan serius tangani sampah liar oleh dinas terkait maupun masyarakat sekitar terutama di wilayah perbatasan Kota Metro.

“Sebelumnya sampah di lokasi ini pernah dibersihkan,dipasang spanduk bahkan dipagari oleh dinas terkait.Permasalahan saat ini belum ada solusi secara serius dalam menangani sampah – sampah liar oleh pemerintah kota Metro.Baik melalui penyuluhan,membuat aturan hingga tindakan tegas bagi pelaku pembuang sampah liar, ” tambahnya.

Edo berharap,permasalahan sampah-sampah liar dapat segera ditangani sehingga sampah tidak menjadi citra buruk bagi Kota Metro.

“Berada di Pintu masuk Kota Metro, Image-nya negatif karena sampah-sampah itu bertumpuk tidak terangkat, dan terkesan kota tidak higienis. Apalagi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan yang ada di Lampung. Tetapi saya yakin Pemerintah Kota Metro mampu untuk menyelesaikan,” tutupnya.

 

 

Reporter : MM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *