Abaikan perizinan, jual beli Pasir Timah di Pesisir Pantai Jebu Laut makin marak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jebu Laut Bangka Barat – Maraknya jual beli pasir Timah yang diduga hasil dari penambangan ilegal di pesisir Pantai Jebu Laut, Bangka Barat, menimbulkan kesan kalau sang pembeli atau kolektor adalah orang yang kebal dan tidak takut hukum.

Menurut salah seorang warga Dusun Jebu Laut berinisial NR, aktifitas jual beli Pasir Timah yang diduga ilegal tersebut sudah berlangsung lama, setiap tahunnya dimulai sejak awal musim, yaitu sekitar pertengahan Bulan April, ujarnya. Sabtu (4/7/2020).

Lanjut NR, biasanya dimulai pada saat musim angin Timur, sehingga arus Laut bisa diatasi dan angin Lautnya teduh sehingga para penambang Pasir Timah Laut yang diduga ilegal tadi dapat bekerja dengan tenang.

NR mengatakan semua penambang di Lebu Laut tak satupun yang mempunyai izin demikin juga pembelian Pasir Timahnya pun semuanya tak berizin.

Menurut NR, pembeli Pasir Timah di kawasan pesisir Pantai Jebu Laut didominasi oleh “SN”.

NR mengatakan, SN adalah kolektor yang paling banyak mendapat Timah hasil pembelian setiap harinya, dijelaskannya setiap hari SN mendapat timah antara 300kg sampai 600kg setiap hari.

Pada tanggal 16 Juni 2020 lalu, awak media pernah melakukan konfirmasi kepada saudara “SN”, saat itu SN mengatakan bahwa Timah yang berhasil dibelihnya dari penambang Laut tersebut akan di murnikan di gudangnya sendiri yang terletak di kawasan dusun Pelawan, Desa Teluk Limau, kemudian timah yang sudah dibersihkan (dimurnikan-red) tadi di jual ke pada Bos yang tinggal di Desa Bakit.

Terpantau media, ditempat saudar SN mangkal beli Timah terdapat alat-alat jual beli Timah seperti timbangan kecil sampai timbangan besar, baskom kecil dan baskom besar, terlihat juga beberapa karung Timah yang sudah terisih pasir Bijih Timah dan juga beberapa karung kosong, dalam aktifitas yang di duga ilegal tersebut, saudara SN dibantu oleh beberapa orang karyawan.

Saat berita ini dirilis upaya konfirmasi ke Kadis perijinan Bangka Barat lewat whaatsapp belum mendapat jawaban.

 

 

Reporter : Tarmizi Yazid

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *