Diduga ada lobi tingkat atas dan bawah untuk mendiamkan kasus GOR Fagogoru

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Sejumlah komunikasi yang dilakukan oleh mantan Kabag Pemerintahan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Rahmat Safrani bersama mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pertanahan, Moch. Syukur Abbas alias Rani terbongkar.

Didalam beberapa percakapan yang menggunakan salah satu aplikasi online dan via sms itu menjelaskan banyak hal, sampai pada tingkat lobi untuk menyelamatkan sejumlah orang dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan Gelanggang Olaraga (GOR) Fogagoru yang saat ini menjadi trending topik.

Dan konon katanya, semua percakapan ini sudah dikantongi oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Weda sebagai bukti untuk memeriksan beberapa orang saksi atau calon tersangka.

Dari komunikasi itu kemudian dikaji oleh Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Halteng.

Seperti kata Humas JPKP Halteng, Rosihan Anwar, dirinya mendapat beberapa percakapan yang menjurus pada sebuah setingan agar kasus GOR Fagogoru tidak meminta tumbal.

“Saya sangat malu dan merinding lihat percakapan Rahmat dan Rani, kenapa selalu ada Bupati didalamnya. Sebenarnya apa hubungannya dengan orang nomor 1 Halteng,” kata Rosihan, Minggu (5/7/2020).

Berikut komunikasi Rahmat dan Rani yang diperlihatkan oleh Humas JPKP Halteng kepada Mitrapol.

Rahmat: “Ngana bicara sabaraha saja, tidak ada yg akan masuk dan dipojokan..sehingga semua upaya di ikhtiarkan bersama..nah semua keadaan ini jika ngana bersama tdk akan terbebani dan panik kayak bgn..semua tong alami semua..karena kalau ngana rapuh dan mulai bicara dengan terpancing omongan mereka maka semuanya ngana bicara sabaraha dan dong dusu samua..sehingga saya mengupayakan komunikasi dgn ngana dan anak2 semua juga begitu”.

“Tong akan upayakan buat penyelesaian..” sms Rahmat kepada Rani.

Lanjut Rahmat: “Rani semua itu pe eki malah dia sampaikan agar jangan kasitau keluarga saat itu ngana deng Jek jg ada, tidak tau waktu dia terima kase berapa saya sudah lupa namun kalau dia menjebak torang karna bantu pa dia itu tdk benar”

Balas Rani: “Bos hari ini saya di periksa lagi. Bos blng so selesai tapi apa bos cuma bilang saja”

Rahmat: “Jadi bgni tadi malam unis cari pe ngana..bupati bilang dia so selesaikan tingkat atas deng bawa..ini karena prosedur makanya tong ikuti krn kalau ada temuan beliau selesaikan..krn sdh menjadi sorotan publik.. Kades sawai itepo pengembalian..”

Rahmat: “Insya Allah Rani..saya tra mungkin sekali kase tingkah pe ngana demi All dan saya pe anak2..makanya ngana bapikir sabaraha itu krn ngana tra pernah komunikasi deng kita”.

Sementara Kasie Perdata dan Tata Usaha Negara, Yasser Samahati yang juga merangkap sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Weda mengatakan bahwa, Moch. Syukur Abbas alias Rani terbukti secara sah bersalah.

“Putusan tanggal 3 Juli 2020, atas nama terdakwa Moch Syukur Abbas alias Rani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 12 huruf e jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999. Sebagaimana diubah dangan UU no. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana Korupsi JO pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP,” kata Yasser, Sabtu (4/7/2020) kemarin.

“Pidana penjara 4 tahun denda 200 juta, subsider penjara 1 bulan, uang pengganti 5 jt subsider 1 bulan,” sambungnya.

Yasser juga menitipkan bahwa akan ada tersangka lain selain Rani.

“Ada keterlibatan pihak lain. tunggu saja tanggal main. Nanti akan ada penetapan tersangka baru,” singkatnya.

JPKP berharap kepada Bupati Edi Langkara untuk tidak melindungi siapapun yang telah bersalah dalam kasus lahan GOR Fagogoru. Ia juga meminta kepada pihak Kejari Weda agar serius dalam menyelidiki kasus GOR.

 

 

Reporter : Sahwan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *