Pangkas BLT, Geuchik Kota Panton Labu diduga zhalimi keluarga miskin

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Utara – setelah terlambat menyalurkan dana BLT, Pemerintahan Desa (Pemdes) Kota Panton Labu pangkas dana BLT milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Keluraga Miskin.

Menurut sumber media ini, Pemdes Kota Panton Labu pangkas dana BLT sebesar Rp 600,000 per KPM, bahkan perangkat Desa mengancam KPM BLT Dana Desa, bila tidak terima jatahnya di pangkas akan di coret dari daftar KPM BLT, termasuk jatah tiga bulan lagi kedepan Rp 300 ribu perbulan. Ujar Sumber media ini di sebuah cafe kota Panton Labu Sabtu 4 Juli 2020

Menurut informasi yang berhasil dihimpun media ini, saat menerima dana BLT yang diserahkan di Kantor Keuchik, KPM menerima uang dengan jumlah total Rp 1.800 ribu untuk tiga bulan(april, mei dan juni), sebagaimana desa-desa lain di seluruh Indonesia sesuai dengan Permendes nomor 8 tahun 2020.

Namun setelah membawa pulang ke rumah dibelakang nya sudah datang petugas khusus untuk mengambil uang sebesar Rp.600,000 , yang dipangkas dari jumlah total penerimaan BLT Rp 1.800 ribu.

Sebelum BLT tersebut dibagikan pihak perangkat desa sudah membuat perjanjian dengan KPM, bahwa KPM hanya muenerima Rp. 1,200 untuk 3 bulan, jika tidak namanya akan di coret dari data KPM BLT.

Mau tidak mau KPM terpaksa setuju menerima uangnya dipangkas meskipun itu merupakan haknya, tapi karena takut dicoret mereka menerimanya walaupun hati nya sangat berat. Kata Sumber media ini dengan Nada sedih

Kebijakan Pemdes Kota Panton Labu khusus nya Geuchik sebagai pimpinan, diduga telah menzhalimi Hak keluraga miskin. Geuchik telah merampas hak fakir miskin, ujar Sumber tersebut.

Padahal Geuchik tergolong alim dan taat beragama, tapi kenyataan nya hak fakir miskin tega di rampas nya, Tutup Sumber terpercaya media ini.

Geuchik Kota Panton Labu, Tgk Hasballah saat di konfirmasi media mitrapol.com melalui handphone membantah dirinya memangkas atau pun memberi perintah pemotongan dana BLT milik KPM.

Tidak benar saya memangkas atau melakukan perintah untuk memangkas hak BLT milik KPM, saya menyerahkan dengan utuh dana BLT untuk tiga bulan yaitu bulan april, mei dan juni sebesar Rp, 1,800 ribu dikantor Keuchik, banyak Pihak yang hadir, turut hadir memantau pendamping lokal desa (PLD) pendamping desa (PD) bhabinkhamtibmas Dan bhabinsa dan ada dokumentasi serta berita acara nya, jelas Tgk Hasballah.

Bila ada pemotongan dana BLT itu diluar tanggung jawab saya, tegas Geuchik Hasballah.

Berdasarka hasil Musyawarah Desa(Musdes) Kota Panton Labu turut hadir Pendamping Desa juga, kita sepakati untuk jumlah KPM yang berhak menerima BLT 90 KPM, sebutnya.

Kami hanya bisa mengalokasikan cuma untuk 90 KPM karena keterbatasan anggaran, karena sebelum Covid-19 tahap pertama sudah cair dan digunakan untuk pembangunan fisik, ucap Hasballah.

Menyangkut ancaman terhadap warga bila tidak bersedia uang nya dipotong Di Coret Dari daftar KPM BLT Dana Desa, itu sama sekali tidak benar, tidak ada yang kita ancam, tutupnya.

 

 

Reporter : Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *