Lemasa dan warga sepakat sediakan lahan untuk warga yang dievakuasi dari tiga Kampung

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lemasa) tengah menyiapkan lahan untuk warga masyarakat yang telah dievakuasi dari tiga Kampung/Desa yakni kampung Kimbeli, Opitawak, Wa Banti1 dan Banti 2, Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Papua.

Lahan berupa tanah tersebut berlokasi di Jalan Amunga, Distrik Kwamki Narama, Mimika.

Direktur Lemasa, Stingal Johnny Beanal kepada MITRAPOL.com mengatakan, sejumlah lahan saat ini telah disiapkan untuk menampung masyarakat yang dievakuasi dari tiga kampung sejak bulan Maret 2020 lalu.

 

“Kita Lemasa bersama Masyarakat telah sepakat untuk melepas tanah adat ini kepada masyarakat yang pindah dari tiga kampung yakni Kimbeli, Opitawak dan Banti untuk mereka bisa membangun dan menanam,” kata Direktur Lemasa, Stingal Jhonny Beanal kepada MITRAPOL.com di Jalan Amunga, Senin, (6/7).

Dijelaskan, kesepakatan penyerahan tanah adat dari suku Amungme tersebut atas dasar pertimbangan kemanusiaan.

Untuk jumlah luas tanah menurutnya, belum diketahui secara rinci. Sehingga saat ini pihaknya masih fokus pengerjaan jalan untuk membuka lokasi yang masih belantara tersebut.

“Saat ini kita fokus bangun jalan dilokasi. Kemudian untuk pembangunan dan lain-lain nanti Lemasa bentuk TIM dan melibatkan Pemerintah, TNI-Polri, DPRD, dan PT. Freeport Indonesia untuk kita bicarakan bersama-sama,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, tokoh masyarakat Amungme, Jackson Beanal meminta agar pihak terkait tak lepas tangan setelah mengevakuasi ribuan warga dari tiga kampung, namun memikirkan dan memperhatikan nasib dari keberadaan warga tersebut.

“Kami meminta kepada Pemerintah, TNI-Polri, DPRD dan PTFI supaya perhatikan masyarakat dari tiga kampung ini karena mereka ini dievakuasi, artinya mereka ini dibawah tanggung jawab pihak-pihak terkait,” pinta Jackson

Dirinya menambahkan, penyerahan lahan kepada warga tiga kampung dari Lemasa adalah bentuk perhatian yang luar biasa. Sehingga dirinya meminta untuk pihak terkait agar duduk bersama untuk memikirkan penanganan pembangunan selanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1.700 warga di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika pada Bulan Maret 2020 telah dievakuasi oleh aparat gabungan TNI-POLRI.

Evakuasi dilakukan karena ribuan warga tersebut mengaku trauma dan ketakutan dengan adanya teror dari kelompok kriminal bersenjata KKB yang berasal dari berbagai wilayah pegunungan di Papua.

Sejumlah KKB tersebut diketahui berada di sekitar perkampungan warga dan menembaki pos penjagaan TNI-Polri.

Tindakan itu membuat warga merasa terancam dan sulit mendapatkan kebutuhan sembako dan layanan kesehatan.

Ribuan warga tersebut memilih dievakuasi karena khawatir insiden November 2017 kembali terulang.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *