Rugikan Bank Sumut 202 M, Maulana dan Andri didakwa lakukan korupsi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Maulana Akhyar Lubis (52), Pemimpin Divisi Tresuri PT Bank Sumut  dan Andri Irvandi, SH, MBA (53) Direktur Kapital Market PT MNC Securitas diadili dalam perkara korupsi penjualan surat berharga, Medium Term Notes (MTN) yang merugikan Bank Sumut Rp 202 milyar lebih.

Persidangan dengan cara onlene di Ruang Cakra-8 Pengadilan Tipikor  Medan, Senin (6/7/2020) Dipimpin Hakim Ketua Sri Wahyuni dengan 4 Hakim anggota, beragendakan pembacaan dakwaan Jaksa.

Dalam persidangan itu,  terdakwa Maulana Akhyar Lubis didampingi Penasihat Hukum (PH) Eva Nora, dan  terdakwa Andri Irvandi didampingi PH Mathilda. Sedangkan kedua terdakwa hadir melalui teleconference, hanya terlihat dilayar monitor.

Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Robertson dan Hendri Sipahutar dari Kejatisu  menjerat para terdakwa dengan pasal berlapis, undang-undang tipikor dan pencucian uang.

Disebutkan, tahun 2017  PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) mengalami kesulitan dalam keuangan, terlihat dari pergerakan arus kas, uang masuk lebih kecil dari uang keluar.

Guna menambah biaya operasional, PT NSP melakukan penjualan surat berharga berupa Medium Term Notes (MTN). Doni Satria, selaku Direktur Utama PT SNP (berkas terpisah) melakukan  kerjasama dengan pihak MNC Sekuritas untuk  menyusun dokumen-dokumen yang diperlukan dalam penjualan MTN.

Setelah dokumen dan persyaratan lengkap, MTN ditawarkan ke Bank Sumut, melalui terdakwa Maulana Akhyar Lubis, selaku pemimpin Divisi Treasuri PT Bank Sumut .

Terkait penjualan MTN itu, sekira Nopember  2017 hingga April  2018 bertempat di kantor PT Bank Sumut Jalan Imam Banjol Nomor 18 Medan, dilakukan negosiasi penjualan MTN.

Ujungnya, Bank Sumut bersedia membayar MTN  yang dikeluarkan PT NSP, dengan pembayaran tiga kali tahapan. Tahap-1 dibayar Rp 50 miliar, tahap-2 sebesar Rp 75 miliar, dan tahap-3 sebesar Rp 50 miliar.

Menurut JPU, pembelian MTN yang dilakukan terdakwa tanpa melakukan analisis kondisi keuangan PT NSP. Sebab PT NSP merupakan perusahaan tidak sehat yang kondisi keuangannya ambruk.

Akibat membeli MTN PT NSP,  Bank Sumut mengalami kerugian sebesar Rp 177 miliar ditambah bunga pinjaman menjadi Rp 202 miliar lebih.

Dengan begitu JPU menilai, kedua terdakwa sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, secara melawan hukum , memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang  merugikan Keuangan negara  Rp.202.072.450.000,00

Pencucian Uang

Andri Irvandi, SH MBA, Direktur Kapital Market pada MNC Sekuritas, memilki rekening Bank Mandiri Cabang Plaza Mandiri Jakarta, nomor  0700098017200, menerima sejumlah uang dari PT SNP, yang dikirim oleh Arif Efendi.

Kemudian terdakwa Andri Irvandi mentransfer kembali kepada Maulana Akhyar Lubis, Nurul Aulia Nadhira dan Rizal Pahlevi Hasibuan .

Terkait  dengan penjualan MTN PT NSP, mengalir komisi ke pihak-pihak terkait, kepada terdakwa Maulana Akhyar Lubis mengalir Rp 514 juta, kepada Nurul Aulia Nadhira Rp 200 juta dan Rizal Pahlevi Hasibuan sebesar Rp 100 juta.

Menurut JPU, perbuatan itu telah mencampurkan harta kekayaan sah dengan harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga hasil tindak pidana korupsi.

Perbuatan itu dikenal dengan tipologi Asia Pasific Group on Money Laundering (APG) atau yang dikenal sebagai Mingling.

Tujuannya, agar transaksi yang dilakukan seolah-olah bersumber  hasil dari kegiatan usaha yang sah, sehingga asal usul harta kekayaan tidak diketahui berasal dari hasil tindak pidana.

Terkait perkara korupsi, para terdakwa diancam, Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 dan perubahannya  UU Nomor 20 Tahun 2001 tetang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1  Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedang terkait pencucian uang,  kedua terdakwa  diancam pidana Pasal  5 ayat (1) Undang-undang  Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

 

 

Reporter: ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *