Sekcam Akui Camat Serbajadi jarang masuk kantor

  • Whatsapp
Ketua Forum Keuchik Serbajadi didampingi Bendahara

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Kompak 17 Keuchik se-Kecamatan Serbajadi diduga melakukan upaya persekusi terhadap wartawan, ini bagian dari upaya terhadap pembungkaman pers, dugaan persekusi ini dilakukan atas ketidak nyamanan pemberitaan di salah satu media online terhadap bobrok kinerja Camat Serbajadi yang jarang masuk kantor.

Terkait hal tersebut ketua PWO Aceh Hendrika Saputra angkat bicara, kegerahan sejumlah Keuchik atas pemberitaan carut marut pengelolaan dana desa, diduga banyak indikasi penyelewengan Dana Desa di daerah pedalaman Kabupaten Aceh Timur diduga karena kurang nya pengawasan dan lemahnya penegakan hukum. Ujarnya

Pemberitaan Kinerja Camat Serbajadi Syahidannur, SIP., M.AP yang jarang masuk kantor, membuat sejumlah Keuchik meradang, sehingga Keuchik kompak membela Camat, seperti yang dilansir Media Online Radarnews 18/06 lalu yang berjudul ” Masyarakat Serbajadi Mengeluh, Lantaran Camat Jarang Masuk Kantor”. Terangnya

Setelah berita tersebut tayang, Imum Mukim Nyaksah yang menjadi Narasumber membantah dalam sebuah surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai 6000 berserta tanda tangan dan stempel basah 17 Keuchik sebagai saksi, Inikan aneh Kata Hendri.

Bahwa Imum Mukim Nyaksah tidak pernah mengatakan kata-kata yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut yang berbunyi “Menuturkan rasa simpati dan derita masyarakat yang saat ini begitu mendalam dikalau masyarakat ada terkait keperluan surat menyurat baik pengurusan KTP maupun KK serta surat pindah dari desa,” surat pernyataan tersebut dibuat pada tanggal 24/06.

Sekcam serbajadi

Anehnya, dalam surat pernyataan tersebut, 17 Kepala Desa ikut menanda tangani menjadi saksi, padahal konfirmasi yang dilakukan oleh wartawan melalui telepon ikut direkam pembicaraan dengan narasumbernya, imbuhnya

Jadi atas dasar apa 17 Keuchik menjadi saksi, dimana syarat menjadi saksi (alibi) harus mendengar dan melihat secara langsung terhadap suatu kejadian. Baru bisa menjadi saksi. Tanya Hendri Saputra

Safrizal Wartawan Radarnews, saat ditanyai awak media mengatakan, dirinya merasa heran atas surat pernyataan tersebut bahkan saya harus membuat pernyataan permintaan maaf, jika tidak saya diancam akan dilaporkan ke lembaga penegak hukum”

Padahal dalam pemberitaan tersebut telah memenuhi unsur pemberitaan sesuai kode etik jurnalis maupun kaidah Undang-undang Pers Nomor 14 tahun 1999 tentang Pers, sebut Safrizal.

Ketua PWO Aceh, Hendrika Saputra, sangat mensesalkan upaya Persekusi yang dilakuan sejumlah Keuchik di Kecamatan Serbajadi Aceh Timur, terhadap salah seorang Wartawan Safrizal, yang merupakan anggota PWO Aceh Timur.

Keuchik Serbajadi harus paham terhadap tugas jurnalis, wartawan itu mitra pemerintah, dalam memberikan dan menyajikan informasi kepada masyarakat, tugas Wartawan dilindungi Undang-undang. Tegasnya

Sejumlah awak media yang tergabung dalam PWO Aceh melakukan investigasi ke Kantor Camat Serbajadi Selasa, (7/7).

Dalam investigasi tersebut kami melihat kondisi kantor Camat sepi, hanya beberapa petugas di ruang kerja bahkan tidak terlihat keberadaan Camat diruang kerjanya. Beber Ketua PWO Aceh

Sekcam Serbajadi, Jalaluddin mengakui bahwa camat jarang masuk kantor, mungkin karena ada keperluan diluar atau ada urusan ke kantor Bupati, ujar Sekcam

Jikapun masuk harinya tidak menentu, kadang -kadang dia masuk, kadang Ngak, jelas Jalaluddin

Kami sangat mengharapkan kepedulian pemerintah agar bisa membangun pagar kantor Camat Serbajadi yang sudah lama rusak. Harapnya

Menurut Ketua Forum keuchik Syahbirin Amin mengatakan berita acara ini, kami teken bukan sebagai saksi pemberitaan tersebut, tapi kami teken berita acara ini sebagai aaksi bahwa pernyataan Nyaksah tidak seperti yang di Beritakan oleh media Radarnews.co, tuturnya

 

 

Reporter : Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *