Diduga oknum aparatur Desa Sukadame manipulasi surat kuasa BST

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Pencairan Program bantuan Sosial Tunai (BST) yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Pagelaran Kbupaten Pandeglang Banten, banyak yang tidak di mengerti dan menjadi tanda tanya, Selasa (6/7/2020).

Pencairan dana bantuan Sosial Tunai (BST) tersebut banyak yang dicairkan oleh aparatur Desa Sukadame dengan cara pembuatan berita acara surat kuasa.

Ketika awak media melihat isi surat sangat mengherankan dan merasa aneh, karena menemukan beberapa data surat kuasa yang diduga di manipulasi aparatur Desa, salah satunya atas nama Sairah Alamat Kampung Bojong Kondang Rt.01 Rw 03 Desa Sukadame Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang-Banten.

Didalam isi surat kuasa tersebut menerangkan, bahwa Sairah telah memberikan kuasa kepada Endang untuk mengambil pencairan uang bantuan sosial tunai (BST) tingkat provinsi.

Namun anehnya lagi surat tersebut telah ditandatangani salah satu saksi yang bernama Usep Kepala Dusun (Kadus) dan sudah ditandatangani jugs oleh Kepala Desa Amad.

Sedangkan salah satu saksi yang lainya atas nama Abdul Aziz dan Endang sebagai penerima kuasa, belum menandatanganinya.

Kesra Halimi saat dikonfirmasi awak media di kantor Desa Sukadame mengatakan,”Benar bahwa ada 33 KPM yang di buatkan surat kuasa, akan tetapi selebihnya saya kurang tahu perihal itu dan saya tidak punya kewenangan untuk menjawabnya karena takut salah ucap, lebih jelasnya tanyakan saja langsung ke pak Lurah,” jelasnya.

Sementara di tempat terpisah Kades Sukadame Amad melalui via Whatsapp nya mengatakan,”Maklum aja lah mungkin mereka lagi pusing dan sangat lelah, jadi kerjanya asal cepat beres, agar lebih jelasnya nanti kita bicarakan lagi kalau saya sudah sampe rumah, karena sekarang saya masih di jalan,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Sairah mengatakan,”Yang saya tau kalau dana BST saya dialihkan ke Endang, dan saya tidak merasa menandatangani pada waktu pencairan (06/07/2020) ada juga barusan Kamis sekitar pukul 15 .50 Wib ada yang datang kesini dua orang, BPD AA dan Aziz untuk meminta tanda tangan saya,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *