Tidak sesuai Juklak Juklis, Pekerjaan peningkatan Jalan Sindanglaya – Cikolelet diduga asal jadi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Serang – Pelaksanaan peningkatan Jalan SindangLaya – Cikolelet Kecamatan Cunangka, Kabupaten Serang, Banten sudah selesai dikerjakanan.

Namun dalam pelaksanaannya diduga kuat ada indikasi penyelewengan, hal ini diperkuat dengan tanggapan dari Leo Armedy salah satu Anggota Divisi Investigasi DPP Front Pemantau Kriminalitas yang selalu memantau pelaksanaanya.

Leo Menjelaskan ke Mitrapol.com, Jumat (10/07/20) bahwa berdasarkan hasil pantauan dilapangan mengenai kegiatan yang dikerjakan oleh PT. JavaIndo Multi Cipta, dengan Anggaran DAU APBD Kabupaten Serang Th.2020 sebesar Rp.12.284.662.500,00,-“No.Kontrak; 620/16-PK 3453245/SPK/JL SDLY-CKLT/PPK-BM/DPUR/2020 Tanggal Kontrak 09 maret 2020, pada pelaksanaan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Serang, ada indikasi penyelewengan dalam pelaksanaanya.

Lanjut Leo, pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan bestek, hal itu terlihat dari hasil pekerjaan yang tidak mengacu pada peningkatan mutu sisi kuantitas maupun sisi kwalitas pekerjaan, bahkan pekerjaan tersebut tidak mengedepankan standar keteknisan, serta jelas sudah menyalahi aturan yang ada di dalam Juklak Juknis DPU direktorat Jenderal Bina Marga, yang seharusnya menjadi bahan dasar acuan dalam pelaksanaan peningkatan jalan.

Kita patut menduga ada permainan atau konspirasi antara rekanan dan DPUPR Kabupaten Serang, dalam memenangkan kandidat untuk mendapatkan proyek tersebut, tambahnya.

Kita juga menduga bahwa adanya mempermainkan kwalitas pekerjaan jalan beton yang seharusnya memiliki kwalitas yang cukup baik, dengan anggaran sebesar itu. Namun fakta dilapangan sangat disayangkan, sepertinya pekerjaan tersebut hanya dilaksanakan kemungkinan menggunakan K.250,atau di oplos, Itupun kita masih menduga yah,terangnya.

Masih menurut Leo, jika peningkatan Jalan SindangLaya-Cikolelet ini dalam pelaksanaan pekerjaanya, tidak sesuai dengan spesifikasi untuk jenis pekerjaan jalan beton sesuai dengan RAB didalam kontrak, yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Serang. Maka lembaga kami tidak akan segan-segan untuk melaporkanya ke aparat penegak hukum,karena jika dugaan kami benar hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kerugian negara dan perekonomian negara.

Dalam pantauan saya dan sudah saya vidiokan bahwa dalam pemantauanya di lapangan,jarak hengkang besi tersebut mencapai 55 Cm hingga 60 cm,sungguh itu diluar batas wajar,yang seharusnya maksimal jarak antara cincin hanya 25 sampai 30 cm. Selain dari pada itu jalan beton tersebut, tidak dilakukan pemadatan dengan mesin penggetar, lalu sepertinya juga tidak dilakukan maupun dilaksanakan pengujian tentang pengendalian lapangan untuk memenuhi persyaratan spesifikasi, papar Leo.

Parahnya lagi dalam pelaksanaan pengecoran beton tidak disaksikan oleh Direksi/Pengawas,karena pengecoran dilaksanakannya pada malam hari. Sehingga dikhawatirkan juga tidak mengacu pada perbandingan (Proporsi), maupun disain campuran beton (berdasarkan berat),serta tidak mengacu kepada metode Perencanaaan Persyaratan sifat Campuran. Baik itu kelas beton,K.250,K.300 atau K.350,untuk menghasilkan kekuatan tekan sesuai kwalitas.

Jadi bagaimana jalan tersebut bisa mendapatkan kwalitas yang diharapkan, jika dalam pelaksanaan pekerjaannya saja telah mengabaikan aturan tentang pekerjaan peningkatan jalan. Seperti tidak dilakukan adanya tes kekuatan tekan AASHTO T 22, maupun dilakukan tes kuat tarik beton, dengan Kekuatan tarik percobaan pembebanan silinder (the split cylinder)menurut ASTM C496 [37], sehingga hal itu dapat berdampak dan juga dapat mempengaruhi perambatan dan ukuran dari retak didalam struktur, tegasnya.

 

Tambah Leo,Begitu juga dengan penggunaan Jenis P.C. (Portland Cement),yang tidak memenuhi Spesifikasi AASHTO M85. Semestinya tidak boleh digunakan dalam pekerjaan jenis jalan Beton, terkecuali dinas DPUPR Kabupaten Serang menyetujui dalam penggunaan terbatas beton tersebut, untuk pekerjaan dengan kelas rendah atau kwalitas rendah.

Dari hasil pantauan Saya, diduga kuat tidak menggunakan perencanaaan yang memenuhi persyaratan kekuatan tekan, melainkan hanya menggunakan slump minimum yang diberikan berdasarkan volume untuk pekerjaan kwalitas rendah,”Terbukti pekerjaan jalan beton Peningkatan Jalan SindangLaya-Cikolelet. ‘Meskipun baru selesai dikerjakan, akan tetapi terlihat kurang berkwalitas, saat ini saja sudah terlihat yang mengalami retak-retak, itu dikarenakan beton yang dipakai,dinilai tidak memenuhi persyaratan slump, yang pada umumnya dianggap di bawah standar.

Saya meminta kepada Dinas DPUPR Kabupaten Serang, agar segera memeriksa atau di lakukan CORELDRILL ulang sesuai tata cara kontrak, dan bila perlu di periksa semua tanda pegiriman dari pabrik pengiriman beton jelas Leo. Karena pekerjaan tersebut diduga tidak menggunakan acuan tekhnis dalam penulangan,“Terbukti tidak terlihat sambungan kontruksi struktur beton bertulang, yang terlihat menembus dinding – dinding sayap penulangan, Sehingga tidak menutup kemungkinan pekerjaan tersebut tidak menggunakan besi mutu baja untuk beton bertulang yang memiliki mutu dengan tegangan leleh, melainkan hanya menggunakan besi yang tidak sesuai persyaratan FBI 1971( N.1.2 ), imbuhnya.

 

 

Reporter : R. Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *