Usai shalat Jumat, Gubernur Nurdin beri edukasi Covid-19

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar Sulsel — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah dan Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djalamuddin, di tengah aktivitasnya melaksanakan salat Jumat di Masjid Nurul Huda Gusung di Jalan Barukang Raya, Makassar, Jumat, (10/7/2020).

Bersama Camat Ujung Tanah, Andi Unru, mensosialisasi protokol kesehatan kepada jamaah. Selain itu, Pemprov membagikan masker kepada jamaah yang tidak menggunakan masker. Jamaah yang masuk juga terlebih dulu dicek suhu tubuh.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, maka dalam berbagai aktivitas protokol kesehatan harus diterapkan. Termasuk dalam pelaksanaan ibadah salat Jumat.

“Alhamdulillah kita diberi kesempatan melaksanakan salat jamaah. Tentu saya mengingatkan bahwa virus corona ini adalah musuh yang tidak terlihat. Ada hanya tiga hal yang memutus corona. Pertama kita kesadaran, ketaatan dan ketiga kedisiplinan,” kata Nurdin Abdullah.

Dalam hal ketaatan misalnya menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Nurdin juga menyebutkan bahwa pemerintah dengan aktif mencari warga yang terpapar Covid-19, misalnya rapid test hingga ke pemukiman warga, serta rapid test secara gratis.

Bagi mereka yang terpapar dan dinyatakan positif namun tanpa gejala, Pemerintah menyiapkan program Duta Covid-19. Hingga saat ini tercatat sekira 3.000an warga yang telah menjalani program dan 2.000 diantaranya telah dinyatakan sehat dan pulang.

Sementara itu, Camat Ujung Tanah, Andi Unru, menyampaikan, upaya edukasi ke masyarakat terus dilakukan. Demikian juga pemutusan Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah dan petugas satgas, bersama Babinsa dan Babinkantibmas dengan lurah melakukan penyemprotan di tempat ibadah dan pemukiman.

“Selain itu, kami melihat masyarakat Ujung Tanah yang religius, efektif juga memberikan informasi masjid. Makanya setelah salah Jumat, saya serentak bersama lurah. Meminta waktu sedikit untuk menyampaikan bahwa Corona masih ada. Meskipun PSBB sudah berhenti, tetapi protokol kesehatan tetap harus diperketat, ujarnya.

Andi Unru juga menyampaikan pesan, bahwa tanpa ada kesadaran dan kekompakan serta tanpa kejujuran tidak mungkin penyebaran Corona dapat diputus. Selain itu belum ada vaksin yang ditemukan.

 

 

Reporter : Ali Ghugunk/AdPim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *