Wali murid keluhkan PPDB sistim Zonasi di SMPN 1 Terbagi Besar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Tengah – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 ini masih memberlakukan sistem zonasi, yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun, hingga sekarang proses PPDB sendiri masih tengah dibahas oleh pemerintah daerah setempat terkait sistem zonasi ini.

Meski belum ada keputusan yang pasti, jelang PPDB, sejumlah orang tua mulai resah dan gelisah.

Banyak orangt mulai khawatir dan resah karena takut sang anak tidak bisa masuk ke sekolah yang diinginkan dengan sistem PPDB ini.

Seperti yang dirasakan beberapa wali murid warga kampung Poncowati dan sekitarnya belum lama ini.

Pasalnya, persyaratan yang di ajukan menurutnya sudah sesuai dengan ketentuan dari pemerintah.

“Apa lagi yang harus kami siapkan agar anak kami bisa sekolah di sini (SMPN 1 Terbanggi Besar) karena dari segi persyaratan ini sudah cukup memenuhi.Mulai dari zona, nilai, kip dan PKH dan kami susah menemui kepala sekolah secara langsung dan kami berharap kepada pemerintah dan dinas terkait supaya bisa lebih tegas lagi dalam menyikapi Persoalan yang kami keluhkan ini,” ujar salah seorang wali murid Kepada Mitrapol.

Di tempat terpisah, Ketua Panitia SMPN 1 Terbagi Besar tatang mengatakan,”Kalau kami selaku penyelenggara kami hanya bisa memberikan link pendaftaran saja,dan kami pihak panitia sekolah tidak bisa memutuskan di terima ataupun tidak.karna itu wewenang dinas pendidikan yang punya hak untuk menentukan siapa yang di terima untuk sekolah di sini,” ujarnya Kamis (9/7).

Dalam hal ini wali murid berharap kepada pemerintah daerah dan dinas terkait supaya bisa lebih tegas lagi dalam menyikapi persoalan yang dikeluhkan oleh wali murid.
Saat wartawan mencoba pempertanyakn keluhan wali murid kepada kepala sekolah Ansori tidak pernah ada di tempat/susah untuk di temui.

Terlepas itu menurut keterangan beberapa staf tata usaha(TU) kami kurang tahu pak keberadaan kepala sekolah karen semenjak mulai pendaftaran kepala sekolah susah dihubungi.

 

 

Reporter : Dailami

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *