BPD Sukadame akui Sairah tandatangani Surat Kuasa Pengalihan setelah BST dicairkan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banet – Pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dicairkan pada hari Senin (6/7/20) di kantor Kecamatan Pagelaran kini masih disoal.

Pasalnya, ada 33 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan program BST dicairkan dengan cara di kuasakan dan dialihkan oleh aparatur desa sukadame dengan cara membuat berita acara (surat kuasa) secara tertulis untuk meminta persetujuan KPM.

Dikatakan Halimi (Kesra),”Memang betul ada 33 KPM yang dibuatkan surat kuasa, karena banyak yang double, jadi saya alihkan ke yang lain (belum mendapatkan) untuk itu saya buatkan surat kuasa dan KPM pun sudah di kasih tau agar dengan sukarela untuk di berikan ke masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) tersebut.

Masih kata Halimi,”Mengenai tandatangan yang masih kosong saya benar tidak tau dan tidak melihatnya karena data yang saya terima banyak (numpuk), dan tidak terlihat satu persatunya, saya kira sudah selesai semua, karena aparatur desa yang lainnya di tugaskan untuk memberikan surat kuasa (pengalihan) dan segera di tandatangani oleh KPM, karena semua itu di lakukan guna mempermudah dan mempercepat pekerjaan, termasuk BPD juga ikut andil dalam tugas tersebut.

Disisi lain Sairah (KPM) di kediamannya mengatakan,”Saya tidak merasa menandatangani surat kuasa pasca waktu pencairan 06/07/2020 justru pada hari Kamis (9/07/2020) sekitar pukul 15 : 50 Wib ada BPD AA dan azis kesini untuk meminta tandatangan saya, katanya sih untuk syarat pengalihan,” ucapnya ke awak media Mitrapol.com

Di tempat terpisah BPD AA saat di konfirmasi awak media Mitrapol.com via selulernya mengatakan,”Pada waktu mengumpulkan data, selesainya larut malam itu pak, ternyata di pload ada satu lagi yang belum mendapatkan yaitu orang bojong kondang, akhirnya saya memutuskan atas nama sairah di alihkan ke endang dan saya bilang ke Lurah,” udah pak Lurah tandatangan saja, walaupun orangnya tidak ada, nanti saya yang minta ke Endang (rumahnya) dan esok pagi-pagi sekali rencananya saya mau meluncur ke Sairah, cuma kesalahan saya bangunnya kesiangan, karena semalam habis begadang dan saya coba menghubungi via telphone Sairah dan ternyata tidak aktif.

Masih kata AA,”Saya akui memang kesalahan saya tapi bukan bermaksud untuk menghilangkan hak orang lain,yang penting masyarakat kebagian semua hanya itu tujuannya saya

Lanjut AA”, memang betul saya menemui sairah pada hari kamis tanggal 09/07/2020 sekitar pukul 15 : 50 wib di kediamannya menjelaskan dan meminta tanda tangan di surat pernyataan untuk pengalihan.tandasnya

Sementara itu Kepala Desa, Amad, saat di konfirmasi dikantornya mengatakan,”Namanya mereka (aparatur desa) mungkin takut salah ucap dan takut disalahkan, manusia di mana-mana juga “mungkin” banyak kesalahan gak tau di labuan gak tau di mana, di tambah lagi masyarakat itu ada yang suka dan ada yang tidak, seandainya ada yang mengadu-ngadu saya mohon namanya juga kita bermitra, mari kita saling benarkan dan saling memberitahu, jadi kita silaturahmi nya enak, karena kita manusia tempatnya salah dan lupa,” pungkasnya

 

 

Reporter : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *