Berani bawa sabu 30 kg, dua terdakwa di vonis hukuman mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Syarifuddin M. Jafar alias Pudin (41) dan Saifuddin alias Udin (43) dijatuhi hukuman mati, karena terbukti bersalah membawa narkoba jenis sabu seberat 30 kg dari Aceh Tamiang ke Medan.

Putusan hukuman mati dijatuhkan  oleh majelis hakim diketuai Akhmad Sayuti dalam persidangan secara online di ruang Cakra -8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (13/7/2020) .

Saat pembacaan amar putusan, kedua terdakwa sehari-seharinya berprofesi sebagai supir berada di Rutan Tanjung Gusta Medan, wajah keduanya hanya terlihat di layar monitor.

Perlu diketshui, Syarifuddin, warga Dusun Meunasah Desa Seuneubok Lapang Kec. Darul Ihsan Kab. Aceh Timur, Aceh, dan terdakwa  Saifuddin, warga Dusun Paloh Lada, Desa Paloh Lada Kec. Dawantara Kab. Aceh Utara, Aceh.

Disebutkan, kedua terdakwa melakukan  permufakatan jahat,  tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika.

Menutut majelis hakim, hal memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, dan berbelit-belit saat memberikan keterangan.” Hal yang meringankan tidak ditemukan,” kata majelis hakim.

Perbuatan terdakwa melanggar Pidana pasal 114 (2) Jo. Pasal 132 (1)    UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Menanggapi putusan majelis hakim, penasihat hukum terdakwa, Sri Wahyuni dari LBH Menara Keadilan menyatakan pikir-pikir.

Putusan majelis hakim sama persis dengan tuntutan JPU Maria FR Tarigan dari Kejatisu yang menuntut terdakwa dengan hukukuman mati

Disebutkan,  awalnya  Senin  11 Nopember 2019, sekitar pukul 22.00 wib, terdakwa  Syarifuddin diajak seseorang  yang bernama Nanda untuk  mengantar sabu ke. Medan. Selanjutnya, Nanda memerintahkan terdakwa jemput paket ke Aceh Tamiang

Lalu, Syarifuddin menghubungi terdakwa  Saifuddin untuk ikut menjemput paket sabu dengan upah Ro 40 juta yang akan diterima ketika paket telah sampai ketujuan.

Setelah komunikasi dengan nanda,
Sabtu  16 Nopember 2019 sekitar pukul 18.00 wib, kedua  terdakwa   berangkat dari Aceh Utara menuju ke Aceh Tamiang dengan menggunakan Bus.

Minggu, 17 Nopember 2019, Syarifuddin  dihubungi oleh orang suruhan Nanda  bernama Ompong, dilanjutkan dengan pertemuan di warung Samalanga Kuala Simpang.

Dalam pertemuan itu, Ompong  memberikan kunci mobil Toyota Avanza warna hitam No.Pol : BL 1180 UL,  sambil mengatakan, ada paket di dalam mobil.

Sesudahnya, kedua terdakwa langsung berangkat menuju ke Medan, yang membawa mobil terdakwa Saifuddin, sedangkan Syarifuddin berada
disebelahnya.

Dalam perjalanan  Nanda berpesan via hp, agar sampai  di Medan tengah malam. Untuk mengulur waktu, keduanya pun istirahat di sebuah warung pinggir jalan.

Kemudian Senin  18 Nopember 2019, sekitar pukul 01.00 wib, saat dalam berada di pintu masuk Tol Megawati, mobil yang dkendarai kedua terdakwa diberhentikan  petugas kepolisian dan
keduanya pun ditangkap.

Saat petugas memeriksa mobil terdakwa, ditemukan di bagasi  satu tas warna hitam  yang berisi 30 bungkus plastik warna hijau dan kuning bertuliskan Guanyinwang, berisi narkotika jenis shabu berat total  30.000 gr atau 30 kg.

Selanjutnya  para terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Dit Resnarkoba Polda Sumut . Hasil pemeriksaan lab, narkotika dibawa terdakwa merupakan golongan satu.

 

 

Reporter:ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *