Gerebek lagi tempat penampungan CPMI Non Prosedural, Kepala BP2MI dapati korban Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja ilegal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali lakukan penggerebekan tempat penampungan dari perusahaan penyaluran calon pekerja migran Indonesia yang diduga ilegal, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat.

Perusahaan penyalur tenaga kerja keluar negeri yang berlokasi di daerah Cilengsi, Bogor, Jawa Barat ini rencananya akan memberangkatkan 7 calon pekerja migran indonesia (CPMI) non prosedural ke Negara Singapura.

Kepala BP2MI Benny Ramdhani menjelaskan kronologis dari penggerebekan yang dipimpinnya bersama tim BP2MI terhadap perusahaan penyalur tenaga kerja keluar negeri ilegal, dalam aksi pengerebekan tersebut didapati 2 orang (CPMI) yang rencananya akan berangkat ke Negara singapura dan satu orang yang diduga Istri dari pemilik perusahaan tersebut.

“Kita mendapati informasi tadi sore sekitar pukul 15.40 WIB dan juga video bahwa ada 7 orang (CPMI), ditampung di suatu tempat yang berada di kompleks perumahan Cibubur, Cilengsi, Bogor, yang menurut informasi dalam waktu dekat mereka akan dikirim sebagai pekerja migran ke Singapura. Dasar dari laporan tersebut kemudian kami beserta tim segera menuju tempat penampungan tersebut” Kata Benny dalam penjelasannya kepada wartawan di ruang kantornya setelah melakukan pengerebekan, di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2020).

Selanjutnya Benny mengungkapkan, informasi ini didapat dari laporan masyarakat yang mengetahui rencana terhadap pemberangkatan sejumlah CPMI oleh sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja Ilegal.

“Informasi ini kita dapat dari masyarakat dan tentu pemberi informasi ini kami rahasiakan, kami meyakini bahwa ke 7 orang calon pekerja migran ini akan diberangkatkan secara ilegal,” ungkap Benny

Namun dari ke 7 CPMI ilegal yang sedianya diinformasikan ada di tempat penampungan tersebut, 5 diantaranya tidak berada di lokasi. Benny menyebut dirinya dan tim dari BP2MI akan terus mencari mereka, dan meminta mereka untuk bekerja sama dan dapat membantu pihaknya memberikan keteranagan terkait rencana mereka yang akan bekerja ke luar negeri melalui perusahaan penyalur tenaga kerja ilegal.

“Dari laporan kepada kami ada 7 orang CPMI yang recananya akan di berangkatkan namun ketika kita sampai di lokasi, kita ketemu satu orang yang bernama Dewi, dan kemudian kita tanyakan langsung kepada Dewi dan dia secara terbuka menyampaikan langsung kepada kami bahwa ada teman-temannya yang lainnya namun mereka sudah pulang ke kampungnya sementara waktu.” Imbuh Benny

Tidak hanya Dewi yang kita temui, Benny menambahkan, selain saudari Dewi kita juga menemukan suami dari saudari Dewi yang juga akan ikut berangkat untuk bekerja di Singapura

“Ke 7 orang yang rencananya akan diberangkatkan, satu diantaranya adalah suaminya saudari Dewi dan juga ada 5 orang lagi yang kesemuanya adalah perempuan,” tambah Benny

Dari hasil pengerebekan yang dilakukan oleh Kepala BP2MI, selain 3 orang yang di bawa ke kantor BP2MI untuk dimintai keterangan ada sejumlah dokumen yang ikut di bawa untuk menjadi bukti.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *