Rapat Dengan Pendapat, Jaringan Internet hambat proses belajar mengajar di wilayah Nunukan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Untuk memantau dan mengetahui apa yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan dalam memasuki Tahun ajaran baru 2020 – 2021, DPRD Kabupaten Nunukan mengadakan Rapat Dengar Pendapat. Senin (13/07/2020).

Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Nunukan Hj. Leppa Hafid didampingi Ketua Komisi I DPRD Kab Nunukan Andi Krisli, dihadiri seleuruh anggota DPRD Nunukan dari Komisi I dan Kepala Dinas Pendidikan yang didamping para Kepala Bidangnya.

Ketua Komisi I DPRD Kab. Nunukan Andi Krislina menyampaikan bahwa Komisi I ingin mendengarkan apa landasan hukumnya sehingga Diknas melakukan apa yang sekarang dilakukan di setiap sekolah, kemudian seperti apa proses pembelajarannya dan apa yang dilakukan oleh Diknas sampai pada titik dimana bahwa situasinya itu tetap dalam kondisi tidak keluar dari pada ranah untuk menghindari penyebaran covid-19.

Lanjutnya, kita telah mendengar bahwa Dinas Pendidikan menyampaikan landasan hukum dari 4 Kementerian lah yang menjadi payung hukum bagi mereka untuk pelaksanaan proses belajar mengajar dalam masa pandemi covid-19.

Dari beberapa teman di DPRD Nunukan khususnya wilayah Dapil 3 dalam hal ini baik ini wilayah Dapil III A dan Dapil III B Krayan dan wilayah Lumbis dan sekitarnya ada beberapa keluhan yang ditemui di lapangan, diantaranya bahwa di Krayan dalam situasi yang teknik pembelajaran yang diberikan oleh diknas itu kan ada beberapa seperti daring kemudian melalui media kemudian ada yang dari sistem buku cetak ada yang melalui televisi yang di mana televisi itu bekerja sama dari Kementerian dengan TVRI kemudian polanya itu juga Kemudian dari RRI juga Katanya sudah ada ke arah sana juga terkait pembelajaran belajar di rumah.

Ketua Komisi I DPRD Kab. Nunukan Andi Krisli

Beberapa teman DPRD tadi menyampaikan kenapa untuk wilayah 3 khususnya di Krayan tidak berlakukan proses belajar mengajar Tatap Muka sedangkan disana situasi yang terjadi di lapangan bahwa dari semua pola yang diberikan oleh Diknas hampir tidak ada yang bisa dibuat oleh oleh guru-guru di sana, jaringan tidak memungkinkan, jaringan sangat sulit itupun kalau ada jaringan tetapi tidak ada data

Kemudian alat yang pakai cetak ya maklumlah di sana bisa jadi tidak ada fotocopy dengan keterbatasan itu kemudian TVRI karena listrik tidak memadai jelas tidak bisa nonton televisi yang paling menjadi sorot adalah harapan kita bisa menggunakan via Android itu untuk bisa pembelajaran dengan siswa dan itu pun tidak bisa dilakukan oleh anak-anak kita yang ada di daerah Dapil III khususnya Krayan dan Lumbis.

Dehingga muncullah inisiatif dari DPRD khususnya teman-teman yang dari Dapil sana mengatakan bahwa Apakah tidak dimungkinkan daerah Krayan atau daerah sekitar Lumbis sampai dengan Pansiangan sana wilayah-wilayah yang dianggap tidak memiliki peristiwa yang luar biasa terkait penanganan Covid-19, artinya tidak ada kasus yang ditimbulkan dari sana kemudian dilihat dari situasi bahwa ada anak-anak yang katanya kita harus di rumah.

Tapi kenyataannya anak-anak bermain dalam situasi pandemi covid-19 mereka mengatakan tidak pernah tersentuh dengan kasus Covid-19 ini Sehingga ada inisiatif seperti itu, ujar Krislina

Kemudian Diknas menyampaikan mereka juga tidak bisa serta merta dengan situasi itu langsung mengatakan bahwa Diknas bisa mengupayakan itu karena tadi yang saya sampaikan ada beberapa hal yang juga menjadi catatan mereka terbentur oleh aturan yang ada dari Kementerian Kemudian dari tim gugus percepatan penangan Covid-19 Kabupaten Nunukan.

Sehingga kami berinisiatif pertama akan mengundang Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk duduk bersama kembali dengan Diknas beserta DPRD untuk berupaya mencari solusi sekiranya untuk wilayah wilayah tertentu diberikan zona khusus.

Keinginan teman-teman di wilayah Lumbis mungkin ada beberapa tempat yang bisa dilakukan dengan bertatap muka, kemudian di akhir rapat tadi ibu Ketua sempat menyampaikan bahwa untuk sekarang ini kami percayakan kepada dinas pendidikan untuk bertemu langsung dengan Tim Gugus untuk menyampaikan apa yang sudah kita rapatkan tadi semua uneg-uneg DPRD saran dan masukannya

Kami berharap dari pertemuan Rapat Dengar Pendapat atau Hering antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) itu bisa menemukan solusi kira-kira yang baik untuk wilayah wilayah Dapil III dan semoga juga menjadi perhatian Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk tetap mempertimbangkan kalau perlu turun lagi kelapangan terkait dengan masalah zona.

Lanju Andi Krislina Pada prinsipnya bukan berarti DPRD tidak memperhatikan penyebaran Covid-19 sehingga saya berharap supaya anak-anak kita ini bisa tetap belajar dan tetap cerdas tanpa melanggar aturan yang ada.

Jangan sampai seperti bahasa Kepala Dinas Pendidikan bahwa ini berbicara soal nyawa jangan sampai kita berfikir tidak ada kasus covid-19 yang luar biasa. Kemudian juga kita berfikiran untuk melakukan yang menurut kita baik sehingga tim Gugus covid-19 bisa memberikan solusi terbaik untuk persoalan ini.

Selain itu saya sangat berharap bahwa Diknas selaku pelaksana proses belajar mengajar di Nunukan supaya betul-betul mempuanyai target dan kebijakan, pungkas Andi Krislina.

 

 

Reporter : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *