Mimika kembali perpanjang ujicoba New normal, tes RDT tetap seharga Rp. 600 ribu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika, Papua kembali memutuskan untuk memperpanjang masa percobaan memasuki era kehidupan baru ditengah sebaran endemi Covid-19 atau New Normal untuk 14 hari ke depan.

Kesepakatan perpanjangan ujicoba new normal diambil setelah melalui rapat evaluasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika bertempat di salah satu hotel di Timika pada Kamis, (16/7/2020).

Meskipun uji coba new normal kembali diperpanjang oleh Pemkab Mimika. Khusus untuk wilayah Distrik Tembagapura masih tetap berstatus Tanggap Darurat dan diberlakukam Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD).

Pemberlakuan PSDD di Tembagapura mengingat wilayah tersebut masih tergolong zona merah sebaran Covid-19. Dimana sebagian besar kasus corona di Kabupaten Mimika terkonfirmasi berasal dari Distrik Tembagapura.

“Kita perpanjang new normal 14 hari dengan penerapan protokol kesehatan. Khusus untuk Tembagapura PSDD selama 14 hari apabila kasus meningkat maka diperpanjang dan jika menurun akan kita samakan status dengan wilayah Timika,” kata Bupati Mimika ynag juga Ketua Satgas Covid-19 Mimika, Eltinus Omaleng.

Menurutnya, aturan penerapan masa ujicoba new normal di tahap 2 ini hanya tambahan satu poin persyaratan, yakni terhadap karyawan PT. Freeport Indonesia (PTFI) tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan ke wilayah Kota Timika selama berlaku PSDD

“Semua sama dengan yang kemaren. Hanya satu yang berubah yaitu karyawan (PTFI-red) Tidak boleh turun ke Timika selama PSDD 14 hari selain yang melakukan cuti,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Jubir Satgas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra menambahkan, Mimika tetap melaksanakan new normal untuk melihat kesiapan masyarakat dalam menghadapi tatanan hidup baru ditengah sebaran endemi Covid-19.

“New normal tetap dilaksanakan, pertimbangannya adalah, kasus yang belakangan tinggi ini merupakan kasus dari luar,” terangnya.

Selain itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng juga manyatakan Pemkab Mimika tetap menetapkan harga pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat Rapid Tes tetap dibayar sebesar Rp. 600 ribu meskipun ada Instruksi dari Kemenkes seharga Rp. 150 ribu

“Periksa kesehatan dengan Rapid Tes, tetap harga 600 ribu rupiah karena alat rapid tes yang kita pakai kualitas tinggi berstandar internasional jadi memang mahal,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melakukan pungli terhadap penggunaan alat RDT.

“Kami bersama Forkopimda tetapkan secara bersama dan tetap bayar 600 ribu rupiah. Uang itu digunakan lagi untuk beli alat rapid dan lain-lain,” pungkasnya.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *