Perkara kepemilikan 25 butir ekstasi, terdakwa bantah keterangan saksi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Lima saksi dari Polsek Medan Timur dan  Polsek Tanjung Morawa didengar keterangannya dalam sidang lanjutan perkara kepemilikan 25 butir ekstasi  atas nama terdakwa Husen Syukri.

Persidangan yang digelar di ruang Cakra-2 PN Medan, Rabu (15/7/2020) itu sedikit memanas, sebab Penasihat Hukum (PH)  terdakwa, Advokat Arizal meminta kepada majelis hakim agar para saksi memberi keterangan tidak sekaligus tapi satu persatu.

Lima saksi yang dimintai keterangan antara lain, Agus dan Dedi dari Polsek Medan Timur, sedangkan saksi Viktor Sitohang, Bahagia dan Samuel dari Polsek Tanjung Morawa.

Salah satu pertanyaan PH, seputar penerbitan surat DPO terdakwa. Saksi  mengaku tidak tahu tentang penerbitan surat DPO.

PH juga bertanya apakah saksi menpertemukan terdakwa dengan M.Amin (terdakwa, berkas terpisah)  Saksi menjawab ada dipertemukan oleh juper,” bukan saya yang pertemukan, tapi juper,” jelas ssksi.

Setelah mendengar keterangan saksi, terdakwa mengatakan, keterangan saksi tidak benar.

“Saya gak ada dipertemukan dengan M Amin di Polsek Pak Hakim,” tutur terdakwa.

Saksi lain menyebutkan, keterlibatan Husen Syukri berdasarkan keterangan dari terdakwa M Amin dan Tri Utari yang ditangkap pada 4 Maret 2020, dinihari di Jalan Mongosidi tepatnya di depan Harmes.

Saat diperiksa, ungkap saksi, terdakwa M Amin menyatakan, barang itu dari Husen Syukri.  “kami tahu 25 ekstasi milik Husen Syukri dari keterangan M Amin,” ucap Dedi maupun Agus. dihadapan majelis hakim diketuai Sapril Batubara.

Meski kedua saksi ikut melakukan penangkapan, tapi mereka mengaku tidak melihat langsung penyerahan puluhan butir ekstasi tersebut.

Perlu diketahui, dalam dakwaan JPU Candra Naibaho disebutkan,  terdakwa Husen Syukri, secara tanpa hak dan melawan hukum memiliki 25 butir ekstasi dengan berat bersih 7,68 gram.

Dengan begitu  terdakwa  diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Pewarta : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *