Viral Video kekerasan melibatkan anak dibawah umur, ini penjelasan Kades Kandangan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banyuwangi -Video Rekaman kekerasan yang melibatkan anak dibawah umur yang beredar di medsos kembali membuat resah warga kabupaten Banyuwangi khususnya warga desa Kandangan kecamatan Pesanggaran.

Rekaman video yang berdurasi 16 detik itu mempertotonkan seorang anak laki-laki berusia kisaran 14 tahun dikeroyok dan dipukuli dua anak lainnya yang diperkirakan seusia.

Berdasar informasi yang dihimpun wartawan, kejadian dalam video tersebut terjadi pada hari Rabu 15 Juli 2020. Lokasi kejadian didepan salah satu rumah warga yang berada tepat dibelakang kantor desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran.

Salah satu anggota Linmas desa Sarongan yang bernama Man, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian pengeroyokan itu dan penyebabnya adalah gara-gara rebutan sebatang rokok.

Man menjelaskan bahwa ketiga anak yang ada divideo itu berinisial MK, RG dan satu lagi Man mengaku lupa namanya.

“Mereka bertiga itu sebenarnya teman sepermainan dan satu sekolahan mas, saya sendiri yang melerai pengeroyokan itu, gara-garanya mereka berebut sebatang rokok, ceritanya mereka bertiga itu patungan beli rokok dan rupanya salahsatu tidak kebagian akhirnya terjadi pengeroyokan itu”, ungkapnya.

“Setahu saya mereka memang sering bertengkar, dan biasanya mereka juga akan segera berdamai kemudian main lagi bersama-sama, seperti saat ini, mulai tadi pagi mereka bertiga sudah mancing bersama”, imbuh Man.

Riono,SH selaku kepala desa Kandangan diminta berkomentar mengatakan akan segera mencari informasi siapa saja yang terlibat dan memanggil orangtuanya untuk diadakan musyawarah serta dicarikan solusi agar peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi.

“Saya akan segera cari informasinya mas, besok segera saya panggil orangtuanya untuk dipertemukan dikantor desa agar bisa dicarikan solusi dan kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” jelas Riono.

 

 

Reporter : Adi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *