Bimtek Geusyik terlalu dipaksakan, Wakil Ketua Forum membantahnya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Utara – ditengah situasi pandemi covid-19, ada 73 Desa dari 75 Desa dalam Kecamatan Lhoksukon yang mengikuti Program Bimtek (Bimbingan Teknis) ke Banda Aceh, tak tanggung-tanggung untuk biaya Bimtek dari setiap Desa digelontorkan anggaran dari sumber Dana Desa tahun Anggaran 2020 mencapai Rp 70-75 juta lebih per desa, sungguh biaya yang sangat fantastis.

Bila dikalkulasikan setiap Desa mengalokasikan rata-rata Rp 75,000,000,-dikalikan 73 Desa maka jumlah total Rp, 5 Milyar lebih untuk biaya program Bimtek, dimana Bimtek tahap pertama di ikuti 2 peserta dari setiap Desa dilaksanakan di Banda Aceh, ini luar biasa, bukan hanya bisa mengikuti Bimtek ke Banda Aceh selama 3 hari sejak tanggal 13-16 Juli kemarin.

Geusyik Dayah Lhok sukon teungoh (LT) Ridwan alias Pon Bate VI kepada media ini mengaku saat dikonfimasi minggu 18/07 di salah satu cafe di Lhoksukon.

“Program Bimtek yang dialokasikan masing-masing Desa di Kecamatan Lhoksukon dari Dana Desa, bahkan program bimtek tersebut terlalu dipaksakan padahal sebahagian Geuchik tidak setuju terhadap program tersebut, namun tak berani menolaknya.”

Lanjutnya,”Program Bimtek tersebut tak ada manfaat dan terkesan menghambur-hamburkan dana desa, bahkan saya kemarin menanyakan kepada perangkat desa saya yang ikut Bimtek ke Banda Aceh, perangkat desa saya mengaku hanya satu hari bimtek, selebihnya acara tak jelas, kata Geusyik Pon Batee 6

Geusyik Ridwan menambahkan pertama nya dalam APBG Gampong tidak saya masukkan program bimtek, Karna itu tidak ada Musrembangdes, namun pengajuan saya ditolak oleh Kasi Pmd kecamatan, Katanya wajib memasukkan program Bimtek, jika tidak tetap ditolak pengajuan saya, daripada Setiap tahunnya saya harus melawan atasan, ya sudah saya ikuti terus, walaupan saya harus berkhianat dengan masyarakat saya. tuturnya dengan nada kesal.

Saya terpaksa harus menyetorkan uang sebesar 37.000.000 kepada forum geusyik Lhoksukon untuk biaya bimtek, jika tidak, desa saya tidak diloloskan pengajuan, walaupun saya harus mengkesampingkan hasil musdes. Katanya

Jika tahun 2021 juga masih dipaksakan untuk membuat program serupa, saya lebih baik mengundurkan diri dari jabatan Geusyik dari pada saya harus berkhianat kepada masyarakat saya sendiri, tegas Pon Batee Nam.

Saya minta inspectorat untuk turun ke desa saya, untuk memeriksa kegiatan dana desa. tutupnya

Wakil Ketua forum geusyik Lhoksukon Ibnu Azwar yang didampingi oleh humas dan bendahara Forum geusyik saat ditemui awak media membantah terhadap tudingan yang dialamatkan kepada Forum Geusyik Lhoksukon.

Dirinya mengatakan,”Saya sangat mensesalkan apa yang telah di sampaikan oleh oknum Geusyik tersebut, Karna bimtek ini tidak ada paksaan, buktinya ada dua desa yang tidak ikut bimtek tahun ini, Dan Boleh tidak ikut bimtek, dan ini bukan program titipan jangan ada yang mengatakan ini program titipan,” katanya

“Tidak Ada unsur paksaan dalam kegiatan bimtek tersebut, ini murni atas kesiapan para Geusyik itu sendiri, dan saya juga punya Buktinya, mereka semua menandatangani berita acara tersebut, Jadi dari mana mereka beramsumsi bahwa ini ada unsur paksaan. tanya geusyik Ibnu kepada Sejumlah awak media

Terkait uang yang disetorkan kepada Forum geusyik, kami forum geusyik ini adalah perwakilan dari Lembaga kajian pelatihan manajemen (LKPM) yang menyelenggarakan pelatihan, jadi bukan kami yang menyelenggarakan pelatihan tersebut, jangan salah paham. kata ibnu Azwar

uang sebanyak 75 juta itu Bukan untuk satu Kegiatan pelatihan, tapi untuk 4 bidang kegiatan pelatihan, jangan salah menafikannya. Bahkan kalo mereka mengatakan tidak ada dalam Musrembangdes, itu mustahil, jika tidak ada musyawarah bagaimana ini bisa ada di APBG, kan Gak masuk di akal. Imbuh wakil Ketua forum geusyik

Ibnu Azwar menambahkan bimtek tersebut gunanya agar pihak desa mengerti dan paham akan BUMG karna salah satu narasumbernya dalam pelatihan tersebut adalah pengurus BUMG BlangKrung Aceh Besar yang sudah sukses dalam membangun BUMG didaerahnya. Katanya

Lanjutnya dan kalau memang kami menyalahi aturan maka perwakilan dari DPMKS Aceh Utara yang diwakillan oleh ibu Hanum mungkin beliau tidak akan hadir untuk membuka acara bimtek di Banda Aceh, Cetusnya

akan tetapi alhamdulillah sesuai dengan hasil pantauan kami beliau hadir dan membuka acara bimtek dengan resmi, beliau juga berpesan agar para peserta nantinya menjadikan BUMG BlangKrung sebagai contoh BUMG yang makmur bagi desa2 di Lhoksukon, tutupnya

Sampai berita ini ditayangkan media ini belum berhasil mendapatkan konfirmasi dengan Kasi Pmd kecamatan Lhoksukon.

 

 

Reporter :Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *