FBR bersama Kementrian Sosial bantu distribusikan sembako pada Warga DKI Jakarta

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Sosial berikan bantuan paket sembako kepada masyarakan DKI Jakarta melalui Forum Betawi Rempug (FBR), Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR) KH Lutfi Hakim beserta pengurus menerima kedatangan Menteri Sosial Juliari P. Batubara beserta jajaran kementerian sosial.

Dalam kata sambutannya Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menyampaikan sebagai organisasi masyarakat yang berada di DKI Jakarta, FBR harus ikut turut serta bersama pemerintah untuk menjaga warga DKI Jakarta agar tetap nyaman dan tenteram selama pandemi covid-19 dan seterusnya.

“Kedatangan saya kemari selain menyalurkan bantuan Sembako Presiden, juga ingin menunjukkan bahwa pemerintah melalui Kemensos bersama FBR dapat menjadi mitra dalam menjaga dan mewujudkan masyarakat yang aman, tenteram, dan terbebas dari covid-19,” ucap Juliari saat memberikan pidato sambutan di depan pengurus besar FBR. Sabtu, (18/07/2020).

Menteri juga menjelaskan, bahwa kementerian sosial telah menjalin kemitraan dengan komunitas maupun organisasi sosial masyarakat untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial dalam rangka penanganan dampak covid-19.Di antaranya GP Ansor, Gerakan Angkatan Mudah Kristen Indonesia (GAMKI), pengasuh dan pimpinan Pondok Pesantren Shohibul Muslimin Serang, Forum Koordinasi Putra Putri Purnawirawan ABRI (FKPPI), Komunitas Pekerja Film dan Seni, dan Ikatan Motor Indonesia (IMI), Forum Pemuda Betawi, Badan Musyawarah Betawi, dan sekarang FBR.

Dalam kesempatan itu Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR) KH Lutfi Hakim menjelaskan mengapa penyerahan bantuan sembako Presiden tersebut dilakukan di Sekertariat Korwil Jakarta Pusat, bukan di kantor Pengurus Pusat FBR.

“Sembako dituruninya di sini, karena kalau di kantor pusat FBR dekat dengan warga bisa diserbu, kalau di sini khan lebih aman untuk pendistribusiannya,” jelas Lutfi

Lutfi juga menyinggung tentang sejarah keberadaan sekertariat FBR Korwil Jakarta Pusat dan pusat jajanan dan kuliner yang saat ini digunakan untuk tempat acara, dirinya menceritakan bahwa sebelum kantor sekertariat FBR berdiri di lokasi ini, dahulunya merupakan tempat maksiat, tempat “Jablai” (panggilan kepada wanita nakal yang mangkal). Namun sekarang di sulap menjadi tempat usaha kuliner berkat kerjasamaa Mayora dengan FBR.

“FBR dibantu oleh Pak Toni Bos Mayora menggubah tempat ini menjadi pusat jajanan dan makanan, dan Pogram UMKM bisa berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Dimana menurut Lustfi, untuk dapat menyatukan berbagai budaya yang ada di DKI Jakarta caranya adalah dengan makanan.

“Nasi uduk lauknya rendang, itu budaya Betawi dan Padang kemudian pisang Ambon, jadi relatif lebih mudah dan lebih gampang,” tandas Lutfi.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *