Dugaan pemotongan BST, Kades Kuta Mekar : Itu tidak benar alias Hoax

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Pemerintah Desa Kuta Mekar diterpa isu tak sedap. Kepala Desa Kuta Mekar Markawi bersama sejumlah RT dan RW diberitakan oleh media online diduga telah melakukan pungutan liar penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Markawi Kepala Desa Kuta Mekar ke awak media Mitrapol.com, Minggu (19/07/2020) mengatakan,“Itu Hoax, dan tidak benar ada Pungli, silahkan tanyakan ke masyarakat langsung,” tegasnya.

Masih kata Markawi,”Saya sangat menyayangkan atas ulah segelintir orang yang berupaya merusak citra dan nama baik desa Kuta Mekar, lantaran mereka seolah membuat laporan yang belum jelas kebenarannya, berkaitan dengan Pungli BST Pusat, kepada media lain.

Dalam hal ini perlu di garis bawahi,”Saya benar-benar tidak tahu dan tidak pernah meyuruh kepada pihak RT dan Rw maupun aparatur desa untuk memotong ataupun meminta sepeserpun apalagi sampai Rp.150.000,” jelas Markawi.

Lanjut markawi,”Kalau tidak percaya silahkan kumpulkan semua ketua Rt dan Rw juga masyarakat nya, kalau memang ingin tau kebenarannya, jangan hanya mendengar sebelah pihak, apalagi narasumber tidak mau di munculkan termasuk salah satu ketua Rw, kenapa,,? kalau memang ini benar adanya, seharusnya mereka tidak usah takut, kita harus berani karena benar dan harus takut karena salah, jadi menurut saya ini perlu di luruskan, karena isu yang beredar di media online jika saya yang memerintah untuk melakukan pemotongan atau pun meminta perihal dana BST tersebut itu tidak benar alias hoax, apalagi sampai melibatkan semua RT dan Rw,” tutupnya

Ditempat terpisah Sahra Ketua Rw 011 mengatakan,”Perihal pemberitaan pemotongan itu tidak benar pak, dan saya tidak terima kalau menyebutkan di Rw yang lain juga sama, karena saya tidak pernah merasa dan saya kira, warga yang mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) tersebut biasa-biasa saja (tidak ada masalah) bahkan tidak ada keluarga penerima manfaat (KPM) yang merasa di pinta dan dirugikan.pungkasnya

Ditambahkan Samsuri Ketua RT 002,”Saya heran sebenarnya siapa yang memberi keterangan tidak benar ini, saya ingin tau dan saya akan mencari tahu sejumlah pihak yang diduga memanfaatkan situasi ini untuk Memprovokasi warga seolah-olah memang ada pungutan liar,” terangnya

 

 

Reporter : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *