Johannes Rettob sudah kantongi identitas oknum yang berupaya rusak hubunganya dengan Bupati Omaleng 

  • Whatsapp
Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johanes Rettob

MITRAPOL.com, Timika – Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johanes Rettob mengaku selama 10 bulan mendampingi Bupati Eltinus Omaleng, dirinya menilai ada oknum-oknum tertentu dari kalangan ASN dan Pengusaha yang berupaya untuk memecah belah dirinya dengan Bupati Mimika.

Namun demikian, Wabup menyatakan saat ini dirinya telah mengantongi identitas dari oknum-oknum tersebut dan meminta agar yang bersangkutan lebih berhati-hati.

“10 bulan saya jalan dengan pa bupati, ada oknum tertentu dari Pemerintahan dan Pengusaha yang berusaha untuk membenturkan dan memberikan kontroversi untuk memecah belah saya dan pak bupati. Saya sudah tahu orang-orang itu dan kita lihat nanti kedepan,” kata Wabup Rettob di Grand Tembaga Hotel, Timika saat jumpa pers Minggu (19/7).

Dijelaskan, upaya dari oknum-oknum tersebut demi memuluskan kepentingan kelompok dan kepentingan pribadi mereka terpenuhi.

Bersamaan dengan itu, Wabup menegaskan, dirinya akan tetap berupaya untuk tetap menjaga hubungan baiknya dengan Bupati Eltinus Omaleng dengan tujuan membangun Mimika ke arah yang Iebih baik.

“Saya diam bukan berarti saya tidak tahu. Saya hanya ingin menjaga agar kontroversi itu tidak terjadi. Saya ini mantan Kepala Dinas, jadi saya tahu betul. Kalau yang di atas sudah berkelahi, maka bawahannya akan hilang arah. Hal itu yang saya tidak inginkan,” terang Wabup Rettob.

Johannes Rettob membeberkan hal ini setelah dirinya merasa tak dihargai dan tersakiti karena sama sekali tidak dilibatkan dalam rolling besar-besaran jabatan eselon II, III dan IV di lingkup Pemkab Mimika, Papua dipimpin Bupati Eltinus Omaleng yang didampingi Penjabat Sekda Marthen Paiding pada Jumat, (17/7) kemarin.

Wabup Johannes Rettob merasa aneh. Bagaimana tidak, satu hari sebelum dilakukan rolling jabatan, dirinya bertemu dengan Bupati Omaleng namun tidak ada pembahasan terkait rolling jabatan.

“Kemarin sorenya (sebelum rollling-red) saya masih duduk dengan pa bupati saat rapat. Dan tidak ada pembicaraan apapun, satu hari sebelumnya juga kami bicara terkait realisasi anggaran dan pemeriksaan BPK. Artinya terkesan tidak ada rolling sama sekali. Tapi ternyata yang terjadi diluar dugaan saya,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Mimika melakukan pemberhentian dan pengangkatan ratusan pejabat pada jabatan struktural eselon II, III dan IV di lingkup Pemkab Mimika pada Jumat (17/7) kemarin.

Rolling jabatan sekaligus pelantikan pejabat tinggi pratama tersebut ternyata tidak diketahui dan tidak diundang Johannes Rettob selaku Wakil Bupati di daerah setempat.

Rolling ratusan pejabat di lingkup Pemkab Mimika tersebut kini menuai reaksi dari berbagai kalangan. Baik dari Partai pengusung, para pendukung OMTOB hingga warga pribumi khususnya Amungme dan Kamoro.

Didalam jumpa pers, meskipun tak diundang dan dilibatkan, wabup menyoroti pejabat yang diberhentikan maupun yang dilantik saat itu. Secara garis besar, dirinya menyesalkan berapa pejabat yang sangat berkompeten dan diandalkan pada OPD terkait malah diberhentikan dan dimutasi. Ironisnya lagi sekitar 30 pejabat dari putra/putri asli Amungme – Kamoro turut diberhentikan dan dipindahkan.

Berbeda lagi dengan pejabat yang baru diangkat justru tidak sesuai dengan latar belakang yang dimiliki.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *