Penyaluran program BNT di Desa Kubang Kampil diduga tidak sesuai Pedum

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako di Desa Kumbang Kampil Kabupaten Pandeglang Banten, dikeluhkan keluarga penerima manfaat (KPM) karena tidak sesuai dengan Pedum, Minggu (19/7/2020).

BNT jumlah nominal 200.000, tersebut mendapatkan 4 comodity diantaranya, beras 10 kg, telur 9 ons, tempe 2 potong, dan ayam 1 kg, campur dengan usus (jeroan), di bandingkan dengan Desa yang lain kok sangat berbeda, di sana ada tambahan kacang ijo dan jeruk.

Ditempat terpisah Agen E-warung Ade permana kumbang kampil ketika konfirmasi awak media Mitrapol via WhatsApp mengatakan, terkait ayam setau saya pada waktu pagi tadi, pas ayam datang itu, saya buka beberapa kantong, saya tidak menemukan ada ususnya, bahkan saya juga sudah mengginformsikan kepada para KPM seandainya ada barang yang kurang layak jangan di bawa pulang.

Ia menegaskan,”Saya sudah informasikn ke para Rt, jika ada masyrakat yang daging ayamnya ada usus ceker atau kepala tolong laporkan ke agen, nanti akan di ganti,”tegasnya.

Masih kata Ade,Bahkan di Bulan kemrin juga sama ada beberapa daging ayam seperti itu yang saya temui tidak saya terima namun pihak supplier siap untuk mengganti perihal itu.

Di tempat terpisah Yogi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sukaresmi Menjelaskan ke awak media Mitrapol via WhatsApp,”Betul katagori daging adalah daging tanpa jeroan dan lainnya, tapi mohon maaf ini juga saya tengah menelusuri Informasi yang saya terima, karena dari pihak agen sendiri belum ada laporan ke saya, kalau infonya sudah saya terima saya minta pihak agen untuk mengembalikan (Reture) pengiriman ayam tersebut kepada pihak sub suppliernya,”jelasnya.

Menyikaikapi hal tersebut Emi. S selaku tim investigasi Gaib-Perjuangan Kabupaten Pandeglang angkat bicara,” menurutnya makanisme penyaluran BPNT atau program sembako di Desa Kumbang Kampil Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang diduga tidak melakukan arahan sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) yang berlaku.

Bahwasnnya KPM hanya mendapat 4 comodity dari harga 200.000, yang mereka dapatkan itupun tidak terjamin kualitas dan kuantitas nya,” ucapnya.

Lanjut Emi,”Kepada pihak Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang dan penegak hukum agar segera tindak tegas terhadap oknum agen e- warung Ade Permana Kumbang Kampil dan supplier yang diduga ada kongkalikong serta telah memanfaatkan program bantuan pangan non tunai (BPNT) hanya untuk meraup keuntungan pribadi,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *