TPPO masih banyak ditemukan, BP2MI bersama Bareskrim Polri akan tindak tegas P3MI ilegal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Setelah aksi penggerebekan yang dilakukan oleh pihak BP2MI beberapa hari lalu dan telah menyelamatkan 19 orang dari 25 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Non-Prosedural yang dilaporkan dan telah di tampung oleh 2 (dua) Perusahaan P3MI yang diduga ilegal, di Apartemen Bogor Icon, Gedung Alphine, Bukit Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/07/2020).

Hari ini Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani beserta jajaran, menyerahkan berkas penanganan dan juga melakukan pelaporan kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang kepada Bareskrim Mabes Polri. Berkas diterima langsung oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo.

“Mereka dijanjikan bekerja dan mendapat gaji Rp10 juta sampai Rp20 juta. Dan mereka diminta untuk menyetor sejumlah uang yaitu sebesar Rp25 juta per orang. Sekarang kita telah serahkan berkas dan kasusnya sudah kita laporkan ke Bareskrim Polri,” kata Benny di Gedung Bareskrim Polri. Selasa (21/07/2020).

Dalam keterangannya, Benny juga menjelaskan bahwa para korban dijanjikan oleh pihak perusahaan bakal diberangkatkan dalam dua minggu sejak ditampung. Namun ternyata malah mundur sampai satu bulan. Dari hasil penelusuran melalui system komputerisasi dan data base milik BP2MI, diketahui kedua perusahaan tersebut Ilegal dan bukan perusahaan yang memang bergerak dibidang penyaluran tenaga kerja ke luar negeri. Kedua perusahaan tersebut yakni, PT Duta Buana Bahari dan PT Nadies Citra Mandiri

“Dua perusahaan tersebut tidak terdaftar sebagai perusahaan yang memiliki izin untuk mengerahkan atau menempatkan pekerja migran Indonesia. Dimana satu perusahaan merupakan perusahaan travel, dan yang satu lagi terdaftar sebagai lembaga pelatihan keterampilan. Jadi sudah perusahaan ilegal” jelas Benny

Pada kesempatan itu juga, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan yang mendampinggi Kepala BP2MI beserta tim dalam memberikan keterangannya setelah menyerahkan berkas, mengatakan bahwa ada dua hal yang disampaikan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo dalam pertemuan dengan Benny Ramadhan.

“Pertama, kata Ramadhan, berkas yang diserahkan tersebut akan dipelajari oleh penyidik Bareskrim. Apabila memenuhi unsur-unsur pidana akan ditindaklanjuti sampai ke jaringannya. Dan yang kedua, Brigjen Sambo menyampaikan, bahwa Bareskrim sampai Polda, Polres dan unit TPPO akan meningkatkan kerja sama dalam hal tindak pidana perdagangan orang kepada instansi terkait seperti halnya kerja sama dengan BP2MI” jelas Ramadhan.

Kembali Benny menambahkan kedua perusahaan P3MI penyalur tenaga kerja yang Non Prosedural itu bekerja secara sistematis dan terorganisasi. Mereka Para Bajingan, ungkap Benny, telah melakukan cara-cara dengan menggunakan atribut kekuasaan untuk mendapatkan uang secara cepat dengan cara kotor.

“Pengiriman pekerja ilegal ini dilakukan secara sistematis, terorganisir, melibatkan pihak-pihak tertentu, pemilik moda berkomplot dengan oknum-oknum tertentu yang memiliki atribut-atribut kekuasaan dan ini bisnis kotor. Ini bisnis kotor untuk mendapat uang dengan cara cepat,” tambah Benny.

 

 

Pewarta : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *