Wawancara khusus dengan Kalapas Kelas IIB Nunukan Kaltara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia, merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (dahulu Departemen Kehakiman). Sebelum dikenal istilah Lapas di Indonesia, tempat tersebut disebut dengan istilah penjara.

Konsep pemasyarakatan pertama kali digagas oleh Menteri Kehakiman Sahardjo pada tahun 1962. Ia menyatakan bahwa tugas jawatan kepenjaraan bukan hanya melaksanakan hukuman, melainkan juga tugas yang jauh lebih berat adalah mengembalikan orang-orang yang dijatuhi pidana ke dalam masyarakat.

Pada tahun 2005, jumlah penghuni Lapas di Indonesia mencapai 97.671 orang, lebih besar dari kapasitas hunian yang hanya untuk 68.141 orang. Maraknya peredaran narkoba di Indonesia juga salah satu penyebab terjadinya kelebihan kapasitas pada tingkat hunian Lapas.

Berikut wawancara khusus Wartawan Mitrapol Yusuf Palimbongan dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan Kalimantan Utara Taufiq Hidayat, A.Md.I.P.,S.A.P.,M.A.

Taufiq Hidayat, A.Md.I.P.,S.A.P.,M.A. adalah Kepala Lapas Nunukan yang baru menjabat sejak tanggal 19 Juli 2020 mengantikan Pujiono Slamet, A.Md.IP, SE.,M.Si, yang dimutasi ke Kanwil Kemenkumham Banjarmasin.

Mitrapol : Sudah dua bulan bertugas di Lapas Nunukan, karena sudah pernah bertugas disini pasti sudah tahu karakteritas masyarakat Nunukan, apa yang sudah dilakukan ?

Taufiq Hidayat : Selama Dua Bulan bertugas, saya sudah melakukan beberapa hal, diantaranya meningkatkan pelayanan kesehatan dan penerimaan makanan bagi para Napi, untuk kunjungan keluarga untuk sementara belum diadakan karena masih dalam masa pandemik, belum ada perintah dari Ditjen Pas untuk membuka kunjungan.

Selain melayani titipan makanan atau barang dari keluarga Napi, melalui layanan virtual warga binaan (Napi) bisa menggunakan fasilitas kita untuk melakukan video call dengan keluarganya.

Pelayanan bantuan hukum dan yang lainnya tetap berjalan seperti biasa, Kejaksaan juga tetap rutin untuk melaksanakan sidang secara Virtual.

 

Mitrapol : Selaku Kalapas yang baru, yang diharapkan bisa membawa angin segar bagi jajaran Lapas, apa yang telah dan akan dilakukan ?

Taufiq Hidayat : Langkah awal yang kita lakukan adalah pemetaan nantinya kita deteksi semua petugas dan kesehariannya kalau ada indikasi-indikasi yang tidak sesuai dengan ketentuan, kita akan lakukan langkah penindakan sesuai dengan prosedur yang ada.

Dari pemetaan itu nanti akan tahu siapa siapa oknum petugas yang diduga atau ada indikasi bermain dengan barang-barang yang dilarang termasuk narkoba atau apapun itu, kalau nanti ada, kita lakukan pemeriksaan dan penindakan.

 

Mitrapol : Ada informasi di Lapas Nunukan diduga sering terjadi transaksi Narkoba, mereka juga bisa berbisnis narkoba dari dalam karena mereka bisa bebas mengunakan HP, apakah ada upaya untuk melakukan pemberantas ?

Taufiq Hidayat : Untuk mencegah adanya HP maupun barang-barang yang terlarang di dalam Lapas, kita lakukan razia rutin, masalah keberadaan HP ini bukan hanya di Lapas Nunukan mungkin di Lapas-Lapas lainnya juga menjadi masalah utama, selain HP mungkin barang lain atau obat dan segala macam juga ada, oleh karena itu kita terus melakukan razia secara terus-menerus, kalau terbukti ada pelanggaran, kita akan berikan tindakan tegas berupa hukuman.

 

Mitrapol : Apa program Lapas Nunukan selama pandemi vovid -19 ?

Taufiq Hidayat : Langkah yang kita lakukan adalah dengan mengikuti aturan protokol kesehatan, selama pandemi kita lakukan penundaan sementara kujungan untuk membatasi kontak dengan luar dan kalaupun ada keperluan seperti misalnya berobat atau cek kesehatan ya seperti kemarin ada kita pengiriman ke Makassar atas kemauan sendiri itu pun dilakukan rapid Test dulu sebelum dibawa Baik warga binaan maupun petugasnya dan semua berlaku bagi pegawai maupun warga binaan.

Jadi selalu dilakukan cek termasuk pengiriman dari kepolisian Polres Nunukan bahkan ada kemarin dari Bulungan, jadi sebelum terpidana masuk Lapas Nunukan harus mengikuti protokol kesehatan, setelah dilakukan Rapid Test, kita juga melakukan isolasi selama 14 hari di ruangan khusus yang telah disiapakan.

Setelah 14 hari, kita tes lagi kalau dia dia non reaktif baru kita pindahkan ke kamar yang lain.

 

Mitrapol : Tahanan sekarang ini sekitar informasinya bahwa tahanan kurang lebih 1000 didominasi oleh kasus narkoba di sekitar berapa persen ?

Taufiq Hidayat : Untuk narkoba ini mungkin sekitar 75 % baik laki laki maupun perempuan, karena wilayah kita berada diperbatasan langsung dengan Negara Malaysia yang memang menjadi jalur lintasan narkoba.

Itulah salah satu yang membuat kasus narkoba lebih mendominasi dari kasus kriminal lainnya.

 

Mitrapol : Apakah ada pembina khusus untuk para napi tindak pidana narkotika ?

Taufiq Hidayat : Untuk saat ini pembinaan yang kita lakukan hampir sama dengan yang lainnya, cuman dilakukan pengawasan, untuk merehabilitasi kita harus koordinasi dengan BNN, sebagai pihak yang memang punya kepentingan itu.

Mungkin dibeberapa tempat lain sudah ada Lapas narkotika khusus dan ada program yang didukung dengan dana dari pemerintah.

Di sini belum, karena kan kemarin Lapas Tarakan sudah beralih status menjadi Lapas Khusus narkotika.

Kedepannya kasus Narkotika akan dikirim ke Lapas Tarakan, disana nanti ada program rehabilitasi, kemungkinan besar nanti akan terjadi pertukaran di Tarakan kalau sudah khusus dia kriminal akan dikirim ke lapas Nunukan.

 

Mitrapol : Apa aktivitas dan kegiatan para warga binaan, ketika keluar dari Lapas apakah sudah ada bekal keterampilan ?

Taufiq Hidayat : Disini banyak kegiatan yang bisa dilakukan para warga binaan, ada kegiatan pertukangan dan kegiatan lainnya, kemarin ada Batik, namun Karena masa pandemik kita vakum dulu, tapi kita mau mulai lagi.

Tadi saya sudah perintahkan untuk membeli segala macam kita pesan di Tarakan kainnya mudah mudahan datang kita mulai lagi, kemudian ada juga Pembuatan Roti, selain itu kita ada pembuatan tempe dan Tahu ada dibuat sudah berjalan selain itu bidang pertanian yang menanam sawi bayam kangkung.

Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia hanya Lapas Nunukan yang memiliki Kebun Sawit, dan sudah mulai berbuah dan sedang dipanen.

Selain itu lapas Nunukan bergerak bidang perikanan kita punya kolam ikan Lele ada ikan ikan Nila rencana kita tamba lagi untuk kolam ikan Mujair.

Jadi kita semaksimal mungkin kembangkan potensi yang masih ada buat teman-teman juga supaya tetap ada kesibukan itu.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *