Masyarakat minta Pol-PP Sobang berani tegas tertibkan kandang ayam di Desa Sukajaya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Sebuah bangunan kandang ayam di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, belakangan dikeluhkan oleh warga sekitar lantaran keberadaan kandang ayam berukuran besar yang berdiri kokoh dilingkungan penduduk Kp.Cilebang, RT.02, RW.01 membuat tidak nyaman akibat bau tidak sedap disertai banyak lalat dan nyamuk.

Protes warga juga mendapat dukungan dari Ormas Jarum Sobang dan meminta agar Pemerintah dalam hal ini Polisi Pamong Praja (Pol-PP) berani tegas menertibkan kandang ayam, ikhwal adanya keluhan dari masyarakat yang mengaku sangat terganggu

“Kami sangat mendukung warga yang merasa dirugikan, harusnya pengusaha introsfeksi diri jangan merasa punya uang banyak bisa semena-mena mendirikan usaha tanpa memikirkan orang lain”,Ujar Danu wihara Anggota Ormas Jarum Kecamatan Sobang. Selasa, 19/7/2020

Selain itu, Danu juga mempertanyakan terkait izin bangunan kandang ayam yang nampak berukuran besar, berkapasitas banyak dan berkontruksi permanen namun disebut (S) pemiliknya cuma gudang penampungan ayam yang dibeli dari luar. namun apapun dalih alasannya warga sekitar sudah merasakan dampak buruk yang timbul dari tempat usaha tersebut.

Kapala Desa Sukaja Sutisna, membantah keras jika dirinya pernah memberikan izin kepada (S) selaku pengusaha di Desanya. Selama ini, kata Sutisna, Pemerintah Desa Sukajaya belum pernah mengeluarkan surat izin baik pendirian kandang maupun ternak ayam.

Sutisna atau Entis, Kepala Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang juga tidak membantah jika ada warganya yang mengeluhkan keberadaan kandang ayam milik (S) pengusaha mandiri di Desanya.

“Benar warga kami memang pernah mengeluh bahkan ada kabar sampai menggalang tanda tangan sebagai bentuk bukti protes, tetapi belum ada diserahkan pada kami. Untuk izinnya kami belum pernah mengeluarkan baik pendirian kandang maupun usaha ternak. Adapun untuk penertiban itu lebih kepada kewenangan Pol-PP Kecamatan Sobang”,Ungkapnya

Keterangan Sutisna, langsung disambut Danu Wihara, anggota Ormas Jarum yang bersikeras agar petugas Pol-PP Kecamatan Sobang berani secara tegas menindak semua pengusaha yang tidak mengantongi izin usaha dari sejumlah pihak baik dari Dinas Peternakan maupun DPMPTSP Kabupaten Lebak. menurut Danu, munculnya keluhan masyarakat Sukajaya sudah jelas akibat dampak pencemaran lingkungan berasal dari sebuah kandang ayam maka sudah sepantasnya untuk segera ditanggapi baik oleh Pemerintah Desa Sukajaya maupun pihak Kecamatan Sobang. Oleh karenanya,ia berharap tidak ada saling melempar tanggung jawab untuk menertibkan pengusaha yang terkesan buta hati (Tidak peka)

“Pemdes dengan pihak Kecamatan tidak elok kalo saling lempar tanggung jawab, sebaiknya berkoordinasi untuk memanggil pemilik kandang, dan memberi pandangan supaya mau memindahkan ke lokasi yang tidak mengganggu warga lain”,Tandasnya

Ditemui secara terpisah, Anang selaku Anggota Pol-PP Kecamatan Sobang mengaku jika dirinya pernah mendatangi dan mengingatkan pengusaha agar memindahkan kandang ayam ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga. namun Anang menjelaskan, pada saat diberi arahan pemilik kandang ayam itu justru bersikeras tidak bersedia memindahkan ke lokasi lain.

“Saya sudah tegur tapi malah membalikan omongan, Kalo mau dibongkar harus semua kandang termasuk yang ada disetiap tempat,”Ujar Anang menirukan ucapan si Pemilik Kandang ayam kepada awak media

Merasa diingatkan tugasnya, Anang juga berterima kasih dan mangaku akan segera melakukan koordinasi dengan pimpinan (Camat-Red*) guna mencari jalan terbaik mengatasi persoalan ketidak nyamanan yang dirasakan masyarakat Desa Sukajaya

Dalam Perda No. 2 Tahun 2014 tentang RTRW Pasal 67 disebutkan bahwa setiap orang dan atau badan hukum yang memerlukan tanah dalam rangka penanaman modal wajib memperoleh izin pemanfaatan ruang dari Bupati atau pejabat yang berwenang

Selain itu, apabila ditemui fakta dilapangan pengusaha ternak ayam berjalan mandiri dan berskala kecil itu tidak bisa diabaikan begitu saja, mereka harus mendapat binaan dari pihak terkait bahkan harus memiliki Tanda Pendaftaran Peternakan Rakyat yang memiliki kedudukan sederajat dengan izin usaha.

Tujuannya agar memahami, tata cara dan aturan mendirikan usaha ternak ayam tidak boleh sewenang – wenang tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

 

 

Pewarta : Ubay Pol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *