Dugaan penyelewengan Dana BOS senilai 550 juta, Kepala UPT akui tidak memiliki wewenang

  • Whatsapp
Indarti, Kepala UPT wilayah 5 sekolah SMA/SMK Kota Metro dan Lampung Timur saat ditemui awak media, Senin (20/7/20).

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Diawasi atau tidaknya penggunaan dan penerapan dana BOS, masih ada sebagian sekolah yang terindikasi melakukan penyelewengan. Mulai dari fiktifnya pekerjaan hingga manipulasi data jumlah siswa demi menambah anggaran dana BOS.

Seperti halnya dugaan penyelewengan dana BOS yang terjadi di SMAN 1 Batanghari Lampung Timur. Berdasarkan laporan data dapodik, bahwa SMAN 1 Batanghari Lampung Timur telah mencairkan dana guna perawatan dan prasarana sekolah sebesar Rp.435.424.550. Dana tersebut dicairkan selama dua tahun sejak tahun 2018 hingga tahun 2019.

Keadaan sekolah SMAN 1 Batanghari Lampung Timur saat ini sebagian fasilitas sekolah seperti plapon kelas jebol,pintu rusak, kaca jendela pecah,lantai retak,pagar luar tidak dicat dan sekolah tidak terawat.Hal ini menimbulkan pertanyaan,kemanakah dana BOS itu disalurkan.

Terkait hal itu, tim media menemui Indarti selaku Kepala UPT Disdikbud Provinsi Lampung wilayah 5 yang mengawasi sekolah tingkat SMA/SMK di Kota Metro dan Lampung Timur. ia mengatakan tidak memiliki kewenangan dalam pengawasan, baik penggunaan dan peruntukan dana BOS.

“Saya tidak tahu lo, itu dari provinsi langsung. Pengawasan pun kami tidak dilibatkan sama sekali. Wewenang kami hanya administrasi, terkait pelaporan dana BOS kadang ada yang minta tanda tangan saya sebagai pengantar saja. Apa istilah mereka itu PHO dan kalau ada pemeriksaan itu langsung dari Provinsi pada bidang masing-masing SMA/SMK,” kata Indarti kepada awak media. Rabu (22/7/2020).

Dijelaskan Indarti, sebagai Kepala UPT wilayah 5 Disdikbub Provinsi Lampung, ia sangat kecewa dengan tugas dan wewenang yang sangat terbatas.

“Kami sangat kecewa kepada Disdikbud Provinsi Lampung karena kami disini seperti tidak difungsikan. Artinya jika ada permasalahan seperti ini kami bisa membantu.Melalui sambungan telpon kami juga sudah memanggil Kepsek SMAN 1 Batanghari Lampung Timur dan memerintahkan agar segera membenahi fasilitas sekolah yang rusak,” jelas Indarti.

Perlu diketahui juga, hingga tahun 2020 sejak Mujiono menjabat sebagai Kepsek SMAN 1 Batanghari Lampung Timur sudah mengeluarkan dana bos guna pemeliharaan prasarana sekolah Rp.115.638.000 dan Dana Kegiatan pembelajaran dan ektrakurikuler Rp.78.723.590,-.

Artinya,SMAN 1 Batanghari Lampung Timur sesuai laporan data dapodik dana BOS secara online telah mengeluarkan dana untuk perawatan prasarana sekolah sebesar Rp. 224.425.550 ( Th 2018) ,Rp.210.999.000 (Th.2019), Rp.115.638.000 (TW I Th.2020) dengan total keseluruhan Rp.551.062.550.

Namun fakta yang ada, keadaan sekolah di SMAN 1 Batanghari Lampung Timur tidak pernah ada perawatan maupun pengecatan, sesuai dengan pelaporan dalam data dapodik menggunakan anggaran dana BOS.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *