Kecewa dengan pernyataan Bupati Mimika, SNPK geruduk Gedung DPRD

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika Papua – Menyikapi pernyataan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, MH yang menyebutkan beberapa Suku saat memimpin apel ASN di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika pada 20 Juli 2020 lalu. Menanggapi pernyataan tersebut massa dari Solidaritas Nusantara Penegak Keadilan (SNPK) menggelar aksi unjuk rasa damai di Gedung DPRD Mimika, Papua. Kamis, (23/7).

Dari berbagai orasi yang disampaikan, massa menyesalkan pernyataan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang menyebut secara terang-terangan beberapa nama Suku didalam rolling jabatan struktural eselon II, III, dan IV di lingkup Pemkab Mimika.

“Kami sangat kecewa atas pernyataan Bapak Bupati yang menyebut nama Suku saat rolling jabatan. Ini sangat menyakitkan.”

Kami meminta supaya Bapak Bupati mengklarifikasi pernyataan yang bersifat rasisme terhadap Suku, Ras dan Etnis tertentu secara terbuka ke publik melalui media massa. Karena hal ini sangat menciderai kami,” kata Ketua Koordinator aksi solidaritas, Yosep Temorubun.

Menurutnya, seorang pemimpin daerah atau Bupati sepatutnya tidak membandingkan antar Etnis, Ras dan Suku karena hal itu hanya dapat menanam kebencian.

Sayangnya, aksi unjukrasa damai di Gedung DPRD tersebut tak satupun dihadiri anggota Dewan. Hanya diwakili oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Drs. Ananias Faot, M.Si dikarenakan para legislator tengah melakukan reses di lapangan.

Massa aksi kemudian membacakan 9 poin tuntutan dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretaris DPRD Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si

Inti dari beberapa poin yang himpun MITRAPOL diantaranya, massa menilai bahwa Bupati tidak melibatkan Wakil Bupati dalam mengambil keputusan strategis untuk mensukseskan keberhasilan visi dan misi Pemerintahan. Dimana penempatan pejabat pada OPD masa menilai tidak tepat dan tidak berkompotensi mengingat kenyataan yang ada hanya ditempati segelintir orang dan kelompok kepentingan tertentu.

Mereka juga menyatakan mosi tidak percaya kepada Bupati Eltinus, karena telah mengkhianati perjuangan bersama Wakil Bupati dan jauh dari pembenahan birokrasi reformasi sesuai RPJMD tahun 2020-2024 yang telah ditetapkan bersama DPRD Mimika.

Massa juga meminta agar agenda proses seleksi Sekda Mimika tetap dilanjutkan tim seleksi yang telah dibentuk Bupati, karena pembatalan seleksi Sekda telah menghilangkan rasa percaya publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan mimika.

Setelah 9 poin pernyataan dibacakan, kemudian 6 orang perwakilan kerukunan suku menyerahkan pernyataan tersebut kepada Sekwan Mimika.

Sekretaris Dewan DPRD Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si di hadapan massa berjanji bahwa dirinya siap memfasilitasi kedatangan massa kembali untuk menemui para wakil rakyat setelah Tanggal 27 Juli mendatang.

“Saya minta maaf dan perlu diketahui bahwa saat ini bapak ibu anggota DPRD sedang menjalani masa reses, karena telah dijadwalkan. Saya siap fasilitasi Bapak dan Ibu setelah tanggal 27 ke atas,” kata Ananias.

Aksi unjuk rasa ini dihadiri oleh Rudy selaku perwakilan kerukunan Madura, Antonius Kado selaku Perwakilan Kerukunan Ngada Kabupaten Naga Keo NTT, dan beberapa perwakilan dari Suku Kei.

Sebelumnya, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng pada saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Mimika tanggal 20 Juli Ialu, mengutarakan bahwa dari ratusan jabatan yang dirolling dilingkup Pemkab Mimika, salah satu Suku diberi 40 jabatan namun dirinya mengaku heran karena Suku tersebut masih mempersoalkan.

Bupati bahkan mengancam jika rolling tersebut masih tetap dipersoalkan dan melakukan aksi demonstrasi maka 40 jabatan tersebut akan dicopot kembali.

Namun Suku yang dimaksudkan belakangan justru meminta klarifikasi terhadap Bupati Mimika lantaran menganggap pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Pantauan MITRAPOL, selama aksi unjuk rasa damai berlangsung, dikawal ketat aparat kepolisian Polres Mimika dipimpin Kabag Ops. AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *