Namanya di Catut, Kepala BP2MI siap hadapi segala resiko

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani tidak akan gentar menghadapi ancaman dan upaya untuk menjatuhkan dirinya dan institusi yang sedang dipimpinnya.

Pasalnya ada seseorang yang mengatasnamakan (mencatut) dirinya sebagai kepala BP2MI untuk meminta sejumlah uang kepada beberapa pengusaha P3MI dimana diketahui setelah dirinya melakukan penggerebekan terhadap perusahaan penyalur PMI akhir pekan lalu dan dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Saya ingin menyampaikan suatu peristiwa tindak pidana penipuan yang mengatasnamakan saya pribadi sebagai Kepala BP2MI dan mengatasnamakan salah satu staf BP2MI. Saya meminta masyarakat agar berhati-hati jika ada orang atau oknum yang meminta-minta uang dengan nama pribadi saya atau BP2MI. Saya tegaskan bahwa itu tidak benar dan hanya modus penipuan,” kata Benny dalam keterangan di depan awak media, Rabu (22/07/2020).

Benny pun menjelaskan lebih detail bahwa aksi penipuan tersebut adalah terkait dengan peristiwa penggerebekan yang telah dilakukannya terhadap 2 (dua) perusahaan swasta yang akan mengirimkan 19 calon PMI ke Thailand. Perusahaan itu akan memberangkatkan calon PMI secara non prosedural dan kasusnya telah saya laporkan secara resmi Kepada Bareskrim pada Selasa kemarin tanggal 21 Juli 2020.

Lanjut Benny, penipu itu telah berhasil meminta uang sebesar 30 juta kepada pihak perusahaan yang ia grebek tersebut. Pihak perusahaan juga telah memiliki bukti transfer dan nomor telepon yang digunakan si penipu dengan mengatasnamakan Kepala BP2MI.

“Saya dan juga BP2MI tidak pernah gentar menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang tidak sejalan dengan kebijakan BP2MI. Genderang perang terhadap sindikasi pengiriman PMI secara non prosedural telah ditabuh, BP2MI akan laksanakan tanpa pandang bulu dengan siapa saja yang ada di belakang para sindikasi tersebut” tegas Benny.

Laporan atas tindakan pencatutan namanya yang digunakan untuk penipuan tersebut telah dilayangkan BP2MI ke Polda Metro Jaya hari ini. Benny berharap agar aparat hukum kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan sampai tuntas, karena tindakan penipuan tersebut telah mencemarkan nama baik Kepala BP2MI dan BP2MI secara kelembagaan.

“Saya mohon dukungannya kepada masyarakat untuk bersama sama memerangi sindikasi pengiriman PMI secara non prosedural. Apa yang sekarang BP2MI lakukan adalah demi untuk melindungi PMI sebagai warga Negara VVIP dan juga demi kesejahteraan PMI,” ungkapnya.

 

 

Pewarta : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *