TKSK Sukaresmi : Di desa Kubang Kampil, e-warung tidak berkoordinasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Dengan adanya keluhan dari KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dalam penyaluran bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako di Desa Kumbang Kampil kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang Banten, Yogi selaku TKSK kecamatan Sukaresmi akan menelusuri kenapa bisa seperti itu.

Yogi menegaskan ke Mitrapol.com, mekanisme penyaluran BPNT atau program sembako di Desa Kumbang Kampil Kecamatan Sukaresmi ini seharusnya sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) yang berlaku.

“Saya merasa prihatin mendengar apa yang dirasakan oleh KPM, tapi jujur saja, sampai saat ini untuk desa Kubang Kampil, baik dari siapa penyuplainya, jenis komoditasnya, dll, agennya tidak pernah berkordinasi dengan saya, apa dia disuplai oleh PT. APA ,PD Berkah, atau Mandiri, saya tidak tau,” tegas Yogi.

Menyoal tugas TKSK, tambah Yogi, sesuai Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2013, sudah sangat jelas sekali kalau TKSK tugasnya yakni, membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial disetiap wilayah penugasan di kecamatan.

TKSK juga sebagai pendamping program diharapkan dapat terwujudnya koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi program serta kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Selain itu, hadirnya TKSK untuk terjalinnya kerja sama dan sinergi antara program penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan program-program pembangunan lainnya di tingkat kecamatan.

Informasi yang saya dapat pada kenyataannya bahwa katagori daging adalah daging tanpa jeroan dan lainnya, hal ini juga saya tengah menelusuri Informasi yang saya terima, karena dari pihak agen sendiri belum ada laporan ke saya, kalau infonya sudah saya terima saya minta pihak agen untuk mengembalikan (Reture) pengiriman ayam tersebut kepada pihak sub suppliernya, terangngnya.

Dengan melihat keadaan seperti ini, siapa yang harus disalahkan, saya sebagai pendamping masyarakat tidak mau seperti ini, harus sesuai dengan pedumnya, 6T, dan jangan hanya demi mengejar keuntungan, merugikan KPM, tandasnya.

 

 

Pewarta : R. Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *