Hakim tolak Eksepsi tersangka perkara dugaan korupsi Bank Sumut

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan –  Eksepsi terdakwa Maulana Akhyar Lubis dan  Andri Irvandi, terkait perkara dugaan korupsi di Bank Sumut  sebesar Rp 202 milyar, ditolak oleh majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri Medan.

Penolakan eksepsi, tertuang dalam uraian putusan sela yang dibacakan majelis hakim diketuai Sri Wahyuni dalam sidang onlene di ruang Cakra-2 Pengadilan Tipikor pada PN Medan,  Kamis (23/7/2020).

Disebutkan, eksepsi terdakwa yang diajukan penasihat hukumnya, telah memasuki pokok perkara, sehingga tidak memenuhi ketentuan eksepsi, yakni keberatan atas dakwaan jaksa.

“Eksepsi yang diajukan terdakwa melalui penasihat hukumnya tidak dapat diterima, karena telah masuk pada pokok perkara,” jelas majelis hakim.

Seperti diketahui, Eva Nora dan Mathilda, penasihat hukum terdakwa Maulana Akhyar Lubis dan Andri Irvandi, dua pekan lalu, mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa.

Penasihat hukum menilai, dakwaan jaksa tidak akurat yang mendakwa kedua terdakwa sebagai orang yang bertanggung jawab dalam pembelian surat berharga, Medium Term Notes (MTN) sebesar Rp 177 milyar.

Menurut majelis hakim dalam putusan selanya, eksepsi kurang tepat dan tidak dapat diterima dan memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi-saksi pada sidang pekan depan.

Seperti diketahui, Maulana Akhyar Lubis (52), Pemimpin Divisi Tresuri PT Bank Sumut  dan Andri Irvandi, SH, MBA (53) Direktur Kapital Market PT MNC Securitas diadili bersama-sama dengan Doni Satria, Direktur Utama PT SNP (berkas terpisah) terkait dengan penjualan surat berharga, Medium Term Notes (MTN) yang merugikan Bank Sumut Rp 202 milyar lebih.

Awalnya, tahun 2017  PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) menjual surat berharga  Medium Term Notes (MTN).

Doni Satria, selaku Direktur Utama PT SNP  kerjasama dengan pihak MNC Sekuritas menawarkan ke Bank Sumut, melalui terdakwa Maulana Akhyar Lubis, selaku pemimpin Divisi Treasuri PT Bank Sumut .

Nopember  2017 hingga April  2018, Bank Sumut  membayar MTN  PT NSP yang diketahui tidak sehat, Tahap-1 dibayar Rp 50 miliar, tahap-2 sebesar Rp 75 miliar, dan tahap-3 Rp 50 miliar. Akibatnya Bank Sumut mengalami kerugian sebesar Rp 177 miliar ditambah bunga menjadi Rp.202.072.450.000,00

Berdasarkan tindak pidana itu, JPU Robertson dari Kejatisu menjerat kedua terdakwa dengan UU tipikor dan UU pencucian uang.

 

 

Perwarta: ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *