Imbas Proyek irigasi, Jalan di Kelurahan Tejosari Metro Timur mulai rusak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Kerusakan jalan akibat pekerjaan proyek peningkatan irigasi Sekampung Batanghari senilai 31 Milyar dikeluhkan warga. Pasalnya rusakan jalan ini disebabkan oleh beban berat truck pengakut matrial proyek dan alat berat yang melintas. Rusaknya jalan mulai terlihat disepanjang irigasi di Kelurahan Tejosari Kota Metro, Sabtu (25/7/20).

Menurut beberapa warga yang rutin melewati jalur tersebut untuk bekerja mengatakan jalan tersebut belum lama diperbaiki.

“Jalan ini belum lama di dandan, tetapi sejak ada proyek rehap ledeng banyak mobil truck dan alat berat jadi mulai hancur. Apalagi alat berat ini Exavator bolak-balik lewat jalan aspal ini pulang ke base camp, pasti rusak.” ungkap warga yang tidak ingin disebut namanya.

Atas hal tersebut,tim media menemui Direksi proyek dari Balai Dinas PU, Agung menjelaskan dana pekerjaan proyek serta akibat terjadinya jalan rusak.

“Kita mulai kontrak tanggal 5 Februari 2020, karena ada perubahan Covid.Nilai kontrak awal 31 milyar setelah ada penurunan jadi8 milyar.Mengenai panjang awal pekerjaan ini semula 6.590 meter dikarenakan Covid jadi 8 milyar.Tinggal diestimasi dengan nilai itu sesuai dengan item mayor tinggal 1.400 meter. Pekerjaan ini dikerjakan oleh PT. Hanung Kahuripan. Tapi nanti tahun depan dilaksanakan wacananya tinggal nunggu juklak juknis dari kementrian. Mengenai tenaga kerja dari Jakarta semua,” jelas Agung.

Sementara itu, tim media juga mempertanyakan terkait adanya laporan warga bahwa oknum pengawas proyek yang menjual material bekas pecahan irigasi.

“Kalau kami petunjuk juknisnya, jika warga menginginkan material bekas galian semen itu, silahkan ambil, atau kami punya rekanan untuk di buang. Misalkan, berapa kubik dan yang terbuang kita ukur kembali dan dilaporkan ada berita acara. Kalau di jual enggak ada, itu masih ada dipinggir-pinggir. Tapi enggak tau oknum lain yang jual,” jawabnya.

Namun kenyataan dilapangan sesuai yang dikatakan Agung selaku direksi proyek dari kementrian, seluruh material semen bekas galian sudah tidak ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan sangat besar, sesuai dengan pernyataan warga.

Perlu diketahui bahwa sebagai kontraktor proyek peningkatan daerah irigasi Sekampung Batanghari adalah Hanung Kahuripan, KSO bersumber dana SBSN (surat berharga syariah negara) dengan nilai kontrak Rp.31.159.480.000 serta waktu pelaksanaan selama 300 hari kalender berlokasi di kelurahan Tejosari Metro Timur .

 

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *