Isu pencopotan Kades Talang Perigi, Ketua adat dan mangku adat desa angkat bicara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Inhu – Sepekan terakhir ini heboh isu tentang masyarakat Desa Talang Prigi, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau melalui Batin berserta ketua Adat dan Mangku Adat meminta kepala desa (Kades) mundur dan akan unjuk rasa di kantor bupati itu tidak benar

Isu itu dibantah Batin serta Ketua Adat dan mangku adat Desa Talang Prigi karena tidak ada menyebutkan meminta Kades mundur atau akan unjuk rasa di kantor bupati.

Hal ini ditegaskan Batin Rapan, Batin Pungga diwakili oleh Masikin, Mangkung Adat Nusi, ketua adat Lonten, ketua Adat Ripin dan Ketua BPD Hamzah Desa Talang Prigi kepada wartawan, Sabtu (25/7).

Batin Rapan mengatakan, Kalau saya tidak pernah bicara seperti itu dan apalagi sampai untuk mencopot kades ataupun mengajak masyarakat untuk demo ke kantor bupati.

Dan sampai saat ini saya tidak ada mempengaruhi masyarakat desa talang prigi untuk demo di kantor bupati meminta copot kades.”kata Batin Rapan.

Ditegaskan Batin Rapan, permasalahan yang terjadi di desa talang prigi ini karena politik pemilihan kades beberapa tahun yang lalu dan  pemilihan kades yang akan datang.”tutup Batin Rapan.

Sementara itu, Batin Pungga yang diwakili oleh Maskin menyampaikan, saya didatangi saat acra tambak di desa talang kedabu oleh Tanggima, Nongko pada hari Jumat 24 Juli 2020 kemarin, dimana saya dimintai tandatangan untuk persatuan Batin Adat di Desa Talang Perigi dan bukan untuk melaporkan Kades atau untuk unjuk rasa di kantor bupati.

Masih kata Maskin, dan semalam sekitar pukul 20.00 wib, Sukirman Lubis, Pondi, Nongko dan Nanang, dia datang meminta tandatangan batin adat, mangku adat, saya yang disuruh meminta tandatangan tersebut guna untuk mencopot kades. Tapi tandatangan itu tidak saya jalankan.

Karena, setahu kami selama ini tidak ada kesalahan Kades, baik secara adat atau kepemerintahan.”tutup Maskin.

Sementara Mangkung Adat Nusi, mereka menjemput saya di rumah anak saya di desa Talang kedabu, ditunjukanlah surat itu meminta tandatangan daftar hadir.

Sempat saya tanya, surat apa ini, mereka menjelaskan ada yang tidak disetujuhi oleh masyarakat dengan pak Kades, cuman itu,”tutupnya.

Sedangkan ketua adat Lonten mengatakan, Sama yang disampaikan oleh pak Mangku Nusi tadi, orang itu mau mengambil tandatangan, kata mereka waktu meminta tandatangan itu adalah tandatangan daftar hadir waktu rapat di rumah pak Batin Rapan hanya itu aja.”singkat ketua adat Lonten.

Awak media mencoba konfirmasikan hal ini kepada Kades Talang Prigi Rudi Hartono, Namun sayang Kades tidak ada ditempat dan hendpone pun tidak aktif, lalu awak media lanjutkan konfirmasi ke ketua BPD Desa Talang Prigi Hamzah ketika dikonfirmasi ketua BPD mengatakan,” sejahuh yang saya ketahui mereka datang ke desa talang prigi ini tidak ada memberitahu saya,

Dan memintai tandatangan kemasyarakat itu pandai-pandai mereka saja.

Untuk mengenai pembangunan pisik dari tahun 2018 sampai 2020 tidak ada masalah, karena, selesai kegiatan kita langsung di periksa oleh pihak kecamatan dan kabupaten.”singkatnya.

” Terpisah, ketua Laskar Merah Putih Kecamatan Sei Lala, Riswanto atau Haris mengatakan, Menyikapi permasalahan di Desa Talang prigi itu hanya kecemburuan politik aja. Meraka sengaja mencari-cari kesalahan pak kades.

Dan mengenai surat yang mereka mintai tandatangan ke Batin, pemangku adat dan masyarakat meminta Kades dicopot diduga itu tidak benar, karena, setahu saya yang mereka minta adalah daftar hadir rapat, tapi, diduga di manfaatkan untuk yang lain dan kita sangat sayangakan hal ini,” tutup Haris.

 

 

Pewarta – Ari lubis

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *