Muspika Cibeber gelar sosialisasi Perbup Lebak Nomor 28 Tahun 2020

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Musyawarah Pimpinan kecamatan (Muspika) Cibeber, Selasa (28/7) melaksanakan sosialisasi Peraturan Bupati Lebak Nomor 28 Tahun 2020 digelar di Kantor Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak – Banten.

Sosialisasi tersebut dilaksakan guna menyampaikan tentang Pedoman Adaptasi kebiasaan baru pada kondisi pandemi Covid-19, Virus corona Disease 2019 di Kabupaten Lebak.

Adapun point dalam sosialisasi diantarnya seputar pendidikan, kesehatan, sosial budaya, ekonomi perdagangan, tempat Kerja, transportasi dan tenang ke Agamaan yang harus memperhatikan protokol Kesehatan.

Nampak hadir tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh Adat kasepuhan Cibadak desa warungbaten dan sejumlah perwakilan pemerintahan Desa Sukamulya dan Desa Cihambali untuk mengikuti sosialisasi yaang merupakan salahsatu upaya Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19.

Kasat pol PP Suhendi selaku pihak pelaksana Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Lebak, Nomor 28 tahun 2020 didampinginBabinsa dan Babinmas sebagai penanggung jawab lapangan di Kecamatan Cibeber menyampaikan satu demi satu point penting yang harus di taati oleh masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk berpola hidup sehat serta menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah seperti cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, selalu memakai masker saat beraktifitas, menjaga jarak saat ineraksi dengan orang lain dan memperhatikan imunitas tubuh (Kesehatan),” Imbuhnya

Selain aturan, sosialisasi tersebut juga menyampaikan adanya sangsi bagi warga yang tidak mengindahkan dan melanggar anjuran pemerintah.

“Hukumannya dengan cara diperintah untuk membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan tanda khusus hingga denda administrasi sebesar Rp 150.000,” tegasnya

Sedangkan, Lanjut Kasatpol PP Suhendi memaparkan. Atauran dan sangsi kepada para pedagang di pasar diwajibkan agar menyediakan sarana untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau Hand sanitizer, mengatur jarak diantara pedagang minimal 1 satu meter, mengunakan masker dan memperhatikan kesehatan. jika itu tidak di lakukan maka sanksi bagi mereka berupa teguran tertulis dan penghentian kegiatan atau bahkan bakal dikenakan Denda administrasi sebesar Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).

Selain itu, Muspika Cibeber juga menyoroti pengusaha Rumah makan /restoran, mini market hingga toko atau agen agar menjalankan pengecekan suhu tubuh bagi pegawai dan pengunjung, wajib memakai sarung tangan dan juga masker. Apabila tidak dilakukan maka telah disiapkan sanksi berupa teguran tertulis, penghentian kegiatan berjualan hingga denda administrasi sebesar Rp 25.000.000(dua puluh lima juta rupiah.

Sementara untuk pengelola pariwisata dan kegiatan sosial budaya juga telah diwajibkan mengatur para wisatawan pengunjung agar mengunakan masker, memeriksa suhu tubuh dan wajib menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir dengan sabun, menyediakan Hand sanitizer, mengatur jarak paling paling sedikit satu meter antara pengunjung. selain itu pengelola juga harus membatasi jumlah pengunjung sebanyak 50% dari biasanya. pengelola tempat wisata juga wajib menjaga kebersihan diarea lokasi wisata. apabila membandel maka siap-siap untuk mendapat sanksi atas pelanggaran berupa teguran tertulis. penghentian kegiatan dan dikenakan denda administrasi Rp 25.000.000( dua puluh lima juta rupiah)

Telah disampaikan pula pada sosialisasi tersebut tentang tahapan sosialisasi dimulai dari tanggal 24 Juli sampai dengan tanggal 4 Agustus 2020.

Mengingat selanjutnya ada tahap kedua, Yakni, uji coba dari tanggal 5 Agustus sampai dengan 27 Agustus 2020.

Sedangkan Tahap tiga, untuk pemberlakuan Perbup dan sanksi tegas akan dimulai dari tanggal 1 September sampai dengan 8 Oktober 2020

 

 

Pewarta : Ubay Pol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *