Atasi kesulitan BDR, Guru ini keliling ke rumah murid untuk ngajar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Belajar di rumah bagi kalangan kelas menengah di daerah perkotaan mungkin tidak ada masalah, tapi, bagi warga pedesaan yang minim sinyal dan teknologi, belajar dari rumah adalah sebuah permasalahan.

Karena alasan ini lah, membuat Uman Rusman, S.Pdi, salah seorang guru agama di SDN 2 Cirinten, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak banten berkeliling mengunjungi rumah murid nya untuk mengajar di massa COVID-19 ini.

Berada di wilayah pelosok Kabupaten Lebak, membuat Uman sering merasa kesulitan jika harus berkomunikasi dengan siswanya memakai handphone. Selain sinyal sulit, banyak siswanya yang tidak punya handphone.

“Waktu pertama kali BDR (Belajar dari Rumah), hampir 40 persen terkendala handphone,” kata guru Agama ini kepada wartawan Mitrapol.

Selain banyak siswa yang tak punya handphone, dalam proses belajar mengajar online, juga terkendala dengan sinyal.

“Memang ada kendala sinyal, sehingga siswa kesulitan mengakses tugas-tugas, selain itu dalam proses pembelajaran daring, banyak siswa yang kesulitan mengakses aplikasi,” katanya.

Karena inilah, sejak tiga minggu lalu, setiap hari Senin atau Selasa, dia berinisiatif keliling ke rumah-rumah siswa. Jumlah siswa-nya sebanyak 24 orang, tapi ketika keliling, dia kadang keliling ke 20 rumah siswa dalam sehari dan di bagi kelompok, imbuhnya.

Dalam kunjungan ke rumah-rumah siswa, dia memberi semangat kepada siswa nya untuk terus semangat belajar meski wabah Covid-19 melanda. Selain itu kami melakukan kunjungan untuk silaturahmi dengan para wali murid,Ketika melakukan kunjungan ke rumah-rumah siswa, dia melakukan evaluasi terkait kesulitan proses belajar mengajar selama di rumah.

“Selain itu, sharing dengan orang tua juga tidak maksimal ketika tidak bertemu. Ada banyak cerita yang Uman temui saat keliling ke rumah-rumah. Menurut dia, siswa terkendala belajar online karena kadang handphone nya dibawa orang tuanya kerja, handphone yang biasa dibuat belajar dibawa kakaknya, dan ada juga yang lupa membeli paketan,” katanya.

 

 

Pewarta : Ton

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *