Muspika Cibeber kembali laksanakan sosialisasi Perbup No.28 Tahun 2020

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Setelah sukses melaksanakan sosialisasi di Desa Warung banten, Muspika Kecamatan Cibeber kini kembali melaksanakan sosialisasi Peraturan Bupati (perbup) Lebak di dua Desa, yaitu Desa Situmulya dan Desa Kujangsari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak pada Kamis, (30/07/2020).

Masih dalam materi yang sama, Yakni,Tentang Pedoman Adaptasi kebiasaan baru pada kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Lebak. Seperti Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya, Ekonomi Perdagangan,Tempat Kerja,Transportasi,KeAgamaan yang wajib memperhatikan protokol Kesehatan.

Turut hadir Kapolsek Cibeber Aiptu Agus.R bersama anggota dan juga anggota Koramil 0315 Kecamatan Bayah dalam acara sosialisasi yang diikuti sejumlah perwakilan dari berbagai unsur elemen masyarakat Cibeber.

Sementara Lili, Kepala Desa Situmulya menyampaikan, Tujuan sosialisai ini untuk mengajak masyarakat untuk hidup sehat sesuai anjuran Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Bupati Lebak nomor 28 Tahun 2020.

“Kami terangkan agar ada niat dari dirinya sendiri supaya masyarakat sadar dengan pola hidup sehat dengan membiasakan mencuci tangan pakai sabun, memakai masker serta menjaga jarak.” imbunya

Lili juga menghimbau kepada masyarakat untuk mentaati Peraturan Bupati nomer 28 tahun 2020 di masa pemberlakuan perbup secara disiplin

“Dengan berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Lebak gencar melakukan antisipasi untuk memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19.” ujar Lili Kepala Desa Situmulya

Kasat pol PP Suhendi sebagai team pelaksana Sosialisasi perbup nomor 28 tahun 2020 dan juga berperan sebagai penanggung jawab lapangan bersama Babinsa dan Babinmas Kecamatan Cibeber juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat.dengan menjalankan protokol kesehatan yang di anjurkan Pemerintah.

Adapun sangsi bagi yang melanggar dikenakan sanksi sosial berupa membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan tanda khusus, atau denda administrasi sebesar Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah)

Sedangkan untuk di lingkungan pasar, para pedagang harus menyediakan sarana untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hend sanitizer juga mengatur jarak antar pedagang kaki lima minimal 1 satu meter.

Sedangkan sanksi bagi pedagang yang melanggar akan diberikan teguran secara tertulis berisi sanksi Penghentian kegiatan usaha dan Denda administrasi sebesar Rp 25.000.000(dua puluh lima juta rupiah)

Aturan dan saksi yang sama juga berlaku bagi rumah makan, Toko atau agen dan juga lokasi Pariwisata.

Adapun untuk tahapan uji coba dari sosialisasi yang sudah disampaikan sejak tanggal 24 Juli sampai dengan tanggal 4 Agustus 2020.

Tahap uji coba Ke dua dimulai sejak tanggal 5 Agustus 2020 Sampai dengan tanggal 27 Agustus 2020.

Penting diketahui, Untuk Tahap ketiga sejak mulai Tanggal 1 bulan September mendatang adalah waktu pemberlakuan aturan dan sanksi secara tegas sebagaimana yang termaktub dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28 Tahun 2020.

 

 

Pewarta : Ubay Pol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *