Tinggal sebatang kara, Arti wanita lansia butuh perhatian khusus dari pemerintah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Arti (76) seorang wanita lansia tinggal di kampung Cipeuris Rt 01 Rw 01 Desa Padaherang, Kecamatan Angsana, kabupaten Pandeglang, Banten, hidup sebatang kara, tidak punya suami dan anak.

Dia tinggal di Gubuk berdinding bilik seorang diri, hidup bersama dengan belitan kemiskinan membuat wanita lansia ini hanya dapat pasrah menjalani kehidupannya, karena sang suami sudah lama tiada dan ia pun tidak memiliki anak.

Ketika awak media mendatangi rumahnya dan mengajak ibu ini berbicara, dengan ramah ia menceritakan tentang dirinya yang sudah puluhan tahun bertahan hidup disebuah gubug reot dan berdiri diatas tanah milik tetangganya.

Dirinya hanya pasrah melihat rumah satu-satunya tempat ia bernaung dari teriknya panas matahari dan hujan yang perlahan-lahan hancur.

Arti (76)

”Yaa mau bagaimana lagi nak, untuk biaya makan sehari-hari saja susah, apalagi mau perbaiki rumah,” ucap Arti dengan sorot mata yang sudah lesu saat ditemui awak media Mitrapol.com, Rabu (30/07/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan,”Saya hanya bisa makan dari pemberian para tetangga, selain itu saya berusaha mengumpulkan barang rongsokan seperti bekas gelas, dan botol Aqua, namun apa bila menjelang musim paceklik tiba, saya pun dengan terpaksa berkeliling meminta-minta, karena hanya itu yang bisa saya lakukan, pokoknya sedih nak kalau saya ceritakan semua,” ungkapnya sambil menarik napas.

Ketika ditanyakan tentang bantuan dari pemerintahan, Ia pun menjelaskan,”Alhmdulilah saya sering dihampiri dan diperhatikan sama pak Ade (Sekdes) bahkan saya juga mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari desa sebesar Rp.600.000,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Sekdes Padaherang, Ade kepada awak media mengatakan bahwa untuk ibu Arti sebetulnya kalau memang ada yang sifatnya bentuk bantuan, selalu kami prioritaskan dan dari pihak desa sudah beberapa kali mengajukan dan selalu berusaha agar ibu Arti mendapatkan bantuan RTLH ataupun rumah kumuh bahkan kami juga mengajukan program BPNT (PKH), namun sampai saat ini belum ada hasilnya karena posisi tanahnya masih numpang, terangnya

Masih kata Ade,”Kami dari pihak desa Padaherang, mohon kepada pemerintah pusat, khususnya pemerintah kabupaten maupun provinsi agar segera membantu dan memperhatikan kehidupan ibu Arti yang sangat memprihatinkan,” tandasnya.

 

 

Pewarta : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *