Persulit pinjam pake Alsintan, Oknum Distan Pandeglang diduga pilih kasih

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandegkang – Sejumlah kelompok tani di Wilayah Kecamatan Patia dan Kecamatan Panimbang mengeluh dan kecewa kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Banten, yang terkesan mempermainkan bahkan mempersulit pinjam pakai Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa alat mesin panen padi (Combine).

Kepada awak media, Ketua Kelompok Tani, Mulyadi mengaku telah membuat surat permohonan pinjaman Alsintan Combine dua pekan lalu, namun hingga panen hendak dimulai combine yang dibutuhkan belum juga turun ke lokasi.

Padahal kata Ketua Kelompok Tani Bunga Mekar Desa Patia, ada sekira 5 unit Combine dari Dinas Pertanian dialokasikan ke wilayah Kecamatan Cikeusik semuanya.

“Kenapa Combine itu lebih di fokuskan ke Kecamatan Cikeusik, padahal kami juga sama sangat membutuhkannya. Tapi kami ketika mengajukan pinjam pakai sulitnya minta ampun,” kata Mulyadi.

Dikatakan Mulyadi, beberapa kelompok tani di Cikeusik yang menerima pinjaman Combine diantaranya, Kelompok Tani Makmur Desa Parungkokosan, Kelompok Tani Pendeuy Jaya Desa dab Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Umbulan, Kelompok Tani Lurah Eka Desa Cikeusik, dan Kelompok Tani Tanjung Jaya Desa Sumur Batu.

“Ada apa dengan Dinas Pertanian ? Kami merasa didiskriminasikan. Kenapa harus semuanya Combine itu ke Cikeusik, harusnya dibagi dong karena kami juga warga negara yang sudah sepatutnya mendapat perlakukan pelayanan yang sama dimata pemerintah,” cetus Mulyadi

Ditempat terpisah Ketua Ormas Badak Banten Kabupaten Pandeglang, Samsuni didampingi seorang wartawan, TB Aujani kepada banten.indonesiasatu.id mengatakan, dengan adanya pelayanan dari Dinas Pertanian yang diduga pilih kasih dalam mengalokasikan Alsintan kepada kelompok tani, pihaknya sebagai lembaga control sosial sangat menyesalkan hal itu terjadi.

“Kok bisa Dinas Pertanian pilih kasih dalam memberikan pelayanan terhadap petani. Ini harus dipertanyakan ada apa?Jangan -jangan dibalik pinjam pakai alsintan ditenggarai ada sesuatu atau dapat diduga Combine dijadikan objek bisnis ajang cari untung oknum Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang,” terang Samsuni, pada indonesiasatu Selasa (4/8/2020).

Ketika dikonfirmasi melalui Sekretaris Dinas Pertanian, M Nasir melalui telephon selularnya meminta Indonesiasatu untuk menghubungi Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, untuk mendapatkan informasi dan keterangan lebih jelas tentang Alsintan.

Indonesiasatu kembali menghubungi Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Iping Saripin, dirinya menjelaskan soal Combine yang diminta kelompok tani Bunga Mekar di Desa Patia akan segera direalisasikan.

“Kami akan membantunya, hanya karena keterbatasan Alsintan sehingga kita kesulitan membagi waktunya. Tapi tetap akan kita bantu,” kata Iping

Disesalkan hingga berita ini diturunkan, apa yang disampaikan Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian tersebut, belum juga terealisasi. Hal tersebut diketahui dari keterangan petani di kelompok tani Bunga Mekar Desa Patia Kecamatan Patia.

“Belum ada Pak Combine ke desa kami, ada juga ke Desa Ciawi,” ujar seorang petani yang enggan menyebut namanya ketika dikonfirmasi awak media Jurnalis Nasional Indonesia melalui telphon selularnya pada Selasa (4/8/2020) Pukul 20.30. WIB.

 

Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *