Potret buram kemiskinan di Desa Citeureup Pandeglang Banten

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Hidup dibawah garis kemiskinan tentunya sebuah fenomenal klasik yang kerap kita jumpai dan sering kita lihat di sekeliling kehidupan kita sehari-hari.

Siapa yang mau hidup serba kekurangan atau dalam garis kemiskinan, tentu semua orang ingin hidup sejahtera, dengan serba kecukupan minimal sederhana, tidak usah kaya raya asal setiap kebutuhan bisa terpenuhi sesuai keadaan dan kemampuan.

Kehidupan serba kekurangan tersebut dirasakan oleh Ibu Salpah (40) warga kp Cisarua RT 04/01 Desa Citeureup kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang, Banten.

Salpah saat ini menempati rumah yang jelas tidak layak untuk dihuni, bukan saja sempit, rumah ini juga sudah lapuk dan biliknya sudah keropos serta reot, Salpah dan suami bersama 6 anaknya harus rela menjalani kehidupan kumuh jauh dari kata higienis, karena rumah gubuk itu tidak memiliki MCK dan dapur.

“Jangankan untuk bikin rumah, untuk kebutuhan sehar-hari saja susah, kami penghasilan kecil hanya Rp 30 ribu/hari hasil dari penjualan ikan, sementara suami sebagai nelayan penghasilannya pun tidak menentu,” ungkap Salpah

Dengan kehidupan yang serba kekurangan, Salpah harus menanggung biaya hidup sehari-hari ke 6 anaknya yang diantaranya masih berusia balita, “Saya sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah baik itu bantuan PKH atau RTLH,” ucapnya.

Fenomena ini tentunya merupakan tamparan keras bagi pemerintahan desa, dan kecamatan, khususnya Pemda Pandeglang Banten, dalam perannya melindungi masyarakat seperti yang tertuang di UU NO 13 tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir miskin.

 

 

Pewarta : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *