Kritisi kebijakan Bupati, Ormas GAIB 212 berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Lebak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Puluhan massa yang tergabung dalam Ormas Gabungan Anak Indonesia Bersatu (Gaib 212) berunjuk rasa di depan kantor bupati Lebak guna meyampaikan aspirasinya terkait persoalkan program Lebak Pintar dan Lebak Sejahtera yang diduga banyak ditemukan ketidak beresan dalam pelaksanaanya. Kamis (06/8/2020).

Masa bergerak mendekati pagar pintu gerbang kantor pemerintahan Kabupaten Lebak dengan menyuarakan tuntutannya antara lain agar pemerintah kabupaten Lebak dalam hal ini Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya segera mengevaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak atas dugaan adanya pembangunan rehabilitas SMP dan SD yang diduga dikerjakan asal-asalan, serta penggunaan dana BOS yang dinilai banyak terjadi kesalahan dalam juklak juknisnya.

Dalam aksinya Ormas Gaib 212 meminta kepada Bupati Lebak agar mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, atas permasalahan yang terjadi diantaranya soal bantuan penyandang disabilitas penyandang cacat pada program Lebak Sejahtera dan Bantuan Pangan Non-Tunai / BPNT (Sembako) Tahun 2020.

Koordinator aksi Arif mengatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi dan kajian yang telah kami laksanakan, terdapat kelemahan dalam Pelaksanaan Program Lebak Sejahtera, diantaranya, Program Bantuan Penyandang Bantuan Disabilitas (Cacat) Ditemukan data Penerima Bantuan Pada Tahun 2018, 2019, yang sudah dinyatakan meninggai, tetapi masih tercatat dalam Daftar Penerima Manfaat (DPM).

Selain itu, untuk program BPNT ditemukan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang hilang dari Daftar Penerima Manfaat (DPM) BPNT Tahun 2020, yang terjadi akibat tumpang tindih bantuan, sehingga hak-haknya sebagai penerima program menjadi hilang, dan padahal KPM tidak pernah mengetahuinya.

“Disini kurangnya Sosialisasi kepada KPM, dan lemahnya pengawasan, baik dari pihak Desa (Operator Desa), Pendamping, maupun Dinas terkait selaku Leading Sector.serta Kurangnya Koordinasi antar Lintas Sektoral, dalam hal ini pihak Desa (Operator Desa), Pendamping, maupun Dinas terkait, dalam melakukan Verifikasi dan Validasai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial,“ ungkap Arif di lokasi aksi.

Pada kesempatan itu juga, selain membeberkan hasil kajian program di Dinsos, juga membeberkan soal program pada Dinas pendidikan seperti Program Lebak Pintar, ditemukan dugaan Pungutan Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) / Program Indonesia Pintar (PIP).

Dan ditemukan Pembangunan Sarana dan Prasarana Bangunan Sekolah yang diduga Pelaksanaanya dikerjakan asal-asalan, serta ditemukan sekolah SD’dan SMP. yang tidak mengindahkan Kewajiban yang harus dilaksanakan, sebagaimana diatur dalam Juknis penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos).

“Hasil kajian kami banyak sekali di temukan dilapangan pada program di Dindik, dan ini terkesan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan dan kami minta kepada Bupati Lebak untuk mengevaluasi kinerja kepala dinas,” ujarnya

Sementara Kasatapol PP Lebak Dartim, saat menjumpai pendemo menyampaikan bahwa dirinya hanya mewakili, dan akan segera menyampaikan kepada pimpinan aspirasi yang di sampaikan Ormas Gaib 212.

“Kami akan sampaikan kepada pimpinan kami, karena hari ini Bupati dan pak Sekda sedang ada kegiatan di Jakarta,” ungkap Dartim.

 

 

Pewarta : Soleh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *