Pembangunan Puskesmas di Kecamatan Sumur disinyalir gunakan Pasir Laut

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Pekerjaan Pembangunan Puskesmas Sumur disinyalir menyalahi prosedur, sebab material pasir yang digunakan untuk pembangunannya diduga menggunakan Pasir Laut.

Proyek yang bersumber Dana dari APBD Kabupaten Pandeglang TA 2020 dengan nilai kontrak.5.384.010.829,- dan Nomor Kontrak. SP.76/021.017.PK/DINKES/2020 tersebut tidak sesuai dengan speknya.

Dari hasil investigasi awak media mitrapol.com ada beberapa bahan matrial yang di temukan di lokasi pembangunan Puskesmas tersebut yang tidak terjamin kualitasnya.

Di tempat terspisah Sigit salah satu Konsultan pembangunan saat dimintai komentarnya terkait hal tersebut, melalui via WhatsAppnya ia mengatakan,”Kalau mau menggunakan Pasir Laut, seharusnya diendapkan dulu maksimal setengah tahun dan sebetulnya itu tidak di perbolehkan karena menggunakan Pasir Laut sangat dilarang (tak berijin),” pungkasnya

Masih kata Sigit,”Selain tak berijin Pasir Laut tersebut sudah pernah di Tes (uji Lab) dan pada kenyataanya memang tidak bisa digunakan untuk pembangunan,” terangnya ke awak media mitrapol.com pada hari Minggu (01/08/2020).

Menyikapi hal itu M. Sujana Akbar Ketua Jaringangan Aspirasi Masyrakat Pandeglang (JAM-P) angkat bicara, Ia sangat menyayangkan ulah oknum kontraktor yang dinilainya nakal dalam pengerjaan bangunan puskesmas tersebut.

“Bagaimana usia bangunan bisa bertahan lama jika pengerjaannya menggunakan material yang salah, karenanya kami mendesak untuk segera dilakukan uji mutu,” ujar Sujana

Terkait hal itu, Sujana berharap agar PPK segera turun ke lokasi untuk melakukan monitoring dan pengecekan. Karena pekerjaan konstruksi pembangunan tersebut diduga kuat menggunakan Pasir Laut.

 

 

Pewarta : Heru/ Aan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *