Terbukti lakukan TPPU, Terpidana narkoba dituntut 10 Tahun penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Zulhadi Harahap alias Zul (49) warga Jalan Karya Setuju No. 25 Kel. Sei Agul Kec. Medan Barat, Medan, dituntut 10 tahun penjara, karena terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), hasil kejahatan narkotika.

Selain itu terpidana 13 tahun penjara ini juga didenda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Hal itu dikatakan JPU Juliana Tarihoran dalam nota tuntutan yang dibacakan jaksa Siska dalam persidangan virtual di ruang Cakra-4 PN Medan, Kamis (6/8/2020).

Menurut JPU, terdakwa terbukti bersalah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membayarkan, menghibahkan, menukarkan dengan surat berharga, atas harta kekayaan yang patut diduga merupakan hasil tindak pidana narkotika dengan tujuan menembunyikan asal usul harta kekayaan.

Dalam persidangan yang dihadiri Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Irfan Harahap disebutkan juga sebanyak 28 item barang bukti TPPU disita untuk negara.

Barang bukti dimaksud antara lain, sejumlah sertifikat tanah, mobil dan buku rekening bank dengan total nilai puluhan miliar rupiah.

Menurut JPU, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU RI No. 08 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Disebutkan, terdakwa Zulhadi Harahap alias Zul, tahun 2011 ditangkap oleh aparat Kepolisian dari Polda Sumut dalam perkara narkotika jenis shabu divonis 5 tahun penjara.

Kemudian 2014 terdakwa ditangkap lagi dalam perkara narkotika jenis shabu. Selanjutnya tahun 2015 terdakwa ditangkap lagi dalam perkara narkotika. Sekarang berstatus terpidana 13 tahun penjara, perkara narkoba.

Usai pembacaan nota tuntutan, hakim ketua Saidin Bagariang menunda persidangan hingga tanggal 27/8/2020 dengan agenda mendengar notabelaan terdakwa.

PH terdakwa, Advokat Irfan Harahap mengatakan, tidak semua barang bukti yang disita untuk negara merupakan milik terdakwa, termasuk apartemen Podomoro, Medan.

“Dalam pledoi nanti kita sampaikan jika tidak semua barang bukti yang disita untuk negara merupakan milik terdakwa. Ada yang milik orang lain,” ujar Irfan usai sidang.

 

 

Pewarta : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *