Buka di masa PSBB, Walikota Jakbar akan tidak tegas pengelola THM

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB oleh Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dengan menerapkan Protokol Kesehatan seperti menggunakan Masker ketika beraktifitas diluar rumah, menjaga jarak dan membersihkan tangan diterapkan guna mencegah dan memutus mata rantai penularan wabah corona virus (covid-19).

Dalam masa pandemi corona saat ini, pemerintah juga telah memperingatkan kepada seluruh pelaku usaha khusunya di DKI Jakarta yang membuka Tempat Hiburan Malam (THM) seperti Karoke, Spa, dan Panti Iijat untuk tutup total menghentikan kegiatannya.

Namun sayangnya masih saja ada pelaku usaha hiburan yang nakal, yang masih saja melakukan aktivitas, walaupun pemberitahuan serta himbauan dari pemerintah sudah diketahuinya, mereka tidak mendengar dan menghiraukannya.

Maraknya tempat hiburan malam khususnya di daerah Jakarta, seperti akhir-akhir ini telah ada upaya razia tempat hiburan malam di Jakarta barat tidak membuat efek jera, banyak diantaranya yang terjaring razia petugas gabungan, dari yang terjaring mulai dari kariyawan sampai wanita malam walaupun yang terjaring rata-rata positif narkoba.

Walikota Jakarta Barat H. Rustam Efendi mengecam keras atas tempat hiburan yang masih melakukan aktivitasnya dalam situasi PSBB, menurut orang satu di Jakarta barat ini para pelanggar harus diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Ia mengatakan tempat hiburan malam yang melanggar harus ditutup tanpa kecuali dan sanksinya bisa diberikan denda 5 sampai 10 juta.

Secara umum kegiatan hiburan malam menurut Rustam di saat PSBB tersebut harus mengikuti aturan pemerintah yang sudah berlaku dan yang sudah diinstruksikan tidak ada yang boleh melakukan aktivitas.

Lanjut Rustam,“Nanti akan saya informasikan melalui Satpol-PP supaya tempatnya disegel kalau tidak disegel nanti buka lagi, kalau dalam masa PSBB ini tidak ada yang boleh buka,” tandasnya.

Secara terpisah dihari yang sama, Kasudin Industri dan pariwisata (IP) Dedi Sumardi didampingi kasinya Faizal dikantornya menyikapi pelaku usaha hiburan malam yang melakukan aktivitas di masa PSBB harus ditertibkan.

Pihaknya akan melakukan kros cek dilapangan dan berkoordinasi dengan pihak Satpol-PP, dan pihaknyapun belum mendapatkan laporan atas adanya razia tempat Karoke Royal Palm (Terminal Karoke dan Spa) tersebut.

“Kami akan lakukan terlebih dahulu untuk kroscek dilapangan apabila ada temuan dilapangan kami akan merekomendasikan ke Satpol-PP selaku penegak perda untuk melakukan tindakan tegas dan penyegelan,” jelas Dedi Sumardi.

 

 

Pewarta : Shem

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *