Dibangun 13 Tahun lalu dari dana APBN, Pasar Rakyat di Desa Sebrang Sebatik jadi Pasar Hantu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sebatik Nunukan – Pasar Rakyat di Desa Sebrang Sebatik Utara bagaikan Pasar Hantu, sejak dibangun pada tahun 2007 dengan sumber anggaran dari APBN hingga sekarang tidak difungsikan dan tidak jelas statusnya.

Menurut informasi Pasar ini dibangun Tahun 2007 dengan sumber anggaran dari APBN ketika Drs. Tommy Harun menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan UKM Kabupaten Nunukan.

Tahun demi tahun terus berjalan, Pasar Rakyat ini sekarang sudah genap berusia 13 Tahun, Pasar yang dibangun pada saat Pulau Sebatik hanya ada satu kecamatan yakni kecamatan Sebatik disaat jaman pemerintahan Drs.H Basri dan Hj. Asma Gani sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nunukan periode 2010 – 2015.

H. Hambali Kepala Desa Sebrang, Sebatik Nunukan

Pada saat dipimpin Drs.H Basri dan Hj. Asma Gani sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Pulau Sebatik mengalami perkembangan dan kemajuan secara signatifkan, hingga dilakukan pemekaran menjadi 5 Kecamatan, ketika itu sebatik direncanakan sebagai Otonomi Khusus dan akan dijadikan sebagai Kota Sebatik namun hingga sekarang belum terwujud.

Ketika itu Bupati Nunukan H. Abdul Hafid Achmad gencar melakukan pembangunan disemua sektor utamanya sektor imprastruktur terkhusus wilayah perbatasan karena keinginan dan permintaan Masyarakat Desa Pancang kecamatan sebatik kabupaten Nunukan ketika Camat Sebatik dijabat oleh Slamet Riadi yang kini jadi pejabat di provinsi Kalimantan Utara.

Adanya Pasar Rakyat yang sudah berusia 13 Tahun tidak berfungsi layaknya sebuah pasar diketahui bedasarkan informasi masyarakat di Desa Pancang yang mengeluhkan tentang keberadaan pasar tersebut.

Menindaklanjuti temuan ini, Wartawan Mitrapol berusaha mengkonfirmasi kebenarannya kepada H. Hambali Kepala Desa Sebrang.

Kepada awak media H. Hambali mengatakan,”Saya selaku Kepala Desa telah menyampaikan secara lisan dan tertulis yang ditujukan kepada pemerintah kecamatan, pemerintah daerah melalui Disprindakop agar pasar yang di bangun bertahun-tahun itu segera difungsikan sebagaimana mestinya, jangan sampai berkesan Pasar Tradisional itu menjadi “Pasar Hantu,” jelasnya.

Lanjutnya, pernah kami sampaikan kepada pihak Kecamatan bahwa ada pasar tradisional yang dibangun di desa Sebrang dibangun tahun 2007 sudah 13 tahun lamanya, kami mohon kepada pemerintah Kecamata agar pasar tersebut di koordinasikan kepada pemerintah daerah melalui dinas perdagangan agar pasar tersebut di fungsikan.

Menurut Hambali bahwa persoalan pasar ini pernah di bahas dalam musrembang Desa dan kami mengundang sekretaris Disprindakop (Pak Arman) dan bahkan pak Arman sudah melihat secara langsung kondisi pasar tradisional tersebut.

Bahkan Drs.H Zulkifli sebagai Camat Sebatik Utara sudah memanggil Sultan Sule selaku pengurus, agar pasar tersebut diselesaikan surat hibanya atau surat pembeliannya setelah itu diserahkan kepada pemerintah daerah karena ternyata pasar itu belum tercatat di Disprindakop dan UKM.

H. Hambali berharap kepada Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan memanggil pengurus pasar tradisional juga memanggil pemilik tanah untuk di selesaikan.

“Saya berharap mudah-mudahan pemerintah bisa mengambil sikap tegas untuk menyelesaikan masalah ini sehingga pasar tersebut bisa difungsikan sebagai paru-paru ekonomi masyarakat desa Sebrang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *