Merasa haknya diabaikan, Warga Desa Mekarsari Sukabumi ngamuk saat Pemeriksaan Setempat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sukabumi – Warga desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi mengamuk saat dilaksanakan Pemeriksaan Setempat yang dilakukan oleh Majlis Hakim Pengadilan Negeri Cibadak Kabupaten Sukabumi yang di Ketuai Muhammad Zulqarnain.SH.,MH, Hakim Anggota Slamet Supriyono.SH.,MH, dan Agustinus. SH. Jumat (7/8).

Pemeriksaan Setempat dilakukan di lokasi tanah sampalan milik warga desa Mekarsari atas adanya gugatan PT. Kemilau Rejeki kepada Pemerintah Desa Mekarsari.

Meskipun keputusan PN Cibadak pada Perkara Pidana telah memutuskan Mantan Lurah Desa Mekarsari H. Japar Rusdiana bersalah serta telah dihukum 7 bulan penjara karena telah memalsukan SPH tanah sampalan , pada perkara perdata No. No.29/Pdt.G/2019/PN.Cbd.

PT. Kemilau Rejeki menuntut kepada majlis hakim untuk SHGB yang terbit An. PT. Kemilau Rejeki Miliki agar memiliki kekuatan hukum walaupun pada pembuatan sertifikat tersebut terdapat cacat Administrasi.

Kemarahan warga desa dipicu karena Hakim Ketua Muhammad Zulqarnain. SH.,MH, terlihat sekali mengabaikan masukan-masukan dari warga desa Mekarsari yang ingin dalam Pemeriksaan Setempat mendapat penjelasan tentang batas tanah sampalan, Ketua Majlis yang memimpin sidang hanya membatasi pertanyaan pada lokasi tanah yang berada dibantaran sungai yang ada terowongan untuk PLTA Mini Hydro saja, padahal tanah sepadan sungai dan bantaran sungai seharusnya tidak boleh dimiliki oleh siapapun tanpa seizin dari pemerintah daerah yang terbit SHGB an. PT. Kemilau Rejeki tidak dibahas sama sekali .

Selain itu kemarahan warga juga dipicu dengan surat rekomendasi pembatalan sertifikat SHGB No.2,3,6,11,12,13,dan 15 yang telah dikeluarkan oleh Kanwil BPN Prov. Jawa Barat yang telah dikeluarkan berdasarkan kajian yang telah dilakukan antara BPN Kanwil Jabar dan BPN Kabupaten Sukabumi, tetapi sampai berita ini diturunkan belum ada realisasi pembatalan yang dilakukan oleh Kantor BPN kabupaten Sukabumi.

Warga Desa Mekarsari Kec. Sagaranten Kabupaten Sukabumi berharap kepada Majlis hakim untuk memakai hati nurani dalam menilai kasus ini serta menjunjung tinggi Keadilan, kejujuran dan kearifaan serta kebijaksanaan, agar tidak mengorbankan kepentingan sekelompok orang dan mengorbankan kepentingan masyarakat desa mekarsari , serta harapan warga juga kepadaKantor BPN Sukabumi untuk segera membatalkan SHGB yang telah keluar rekomendasi dari Kanwil Jawabarat dan segera mengembalikan tanah-tanah sampalan milik Warga Desa Kepada Pemerintah desa.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *