Ada selisih dan tidak Transparan, Dinas Pertanian Kota Metro diduga selewengkan dana bagi hasil cukai tembakau

  • Whatsapp
Kadis Pertanian Kota Metro Heri Wiratno (Kanan) bersama Kasi Pembenihan dan Produksi dan Perlindungan Kota Metro Darmadi (Kiri) saat ditemui awak media. Selasa (4/8/2020)

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Republik Indonesia telah menyalurkan dana anggaran bagi hasil cukai tembakau kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro.

Adapun dana yang telah disalurkan sejak tahun 2018 hingga tahun 2020 melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro mencapai ratusan juta dan tidak berbentuk uang tunai.

Dana anggaran yang disalurkan melalui kelompok tani dan APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) adalah Tahun 2018 (260.137.000) juta, Tahun 2019 (261.884.000), Tahun 2020 (143.403.000).

Namun jumlah anggaran tersebut berbeda dan terjadi selisih pada tahun 2019 – 2010 sesuai yang disampaikan oleh kelompok tani.Hal ini menimbulkan pertanyaan tim awak media bagaimana sistem penyalurannya.

Saat ditemui Darmadi selaku Kasi Pembenihan, Produksi dan Perlindungan Dinas Pertanian Kota Metro,menjelaskan data rincian anggaran yang sudah disalurkan ke kelompok tani di lima Kecamatan se-Kota Metro.

Anggota kelompok Tani sekaligus Ketua APTI Kota Metro. Roni (Kiri)

“Bantuan berupa sarana bibit tembakau yang sudah siap tanam.Kalau pupuk ini merupakan anggaran di tahun 2019, dan dana anggaran di tahun 2020 belum turun. Pada tahun 2019 kami hanya menerima anggaran sebesar Rp 195 juta,d an semua dana itu sudah disalurkan sesuai dengan aturan dari Kemenkeu yang merupakan bagi hasil tembakau,” jelas Darmadi kepada awak media. Selasa (4/8/2020).

Artinya, terjadi selisih dengan data dari Kemenkeu mengenai dana anggaran bagi hasil cukai tembakau yang tersalur ke Dinas Pertanian Kota Metro pada tahun 2019 sebesar ( 261.884.000).

Bersamaan itu, ditempat terpisah Roni Kuswanto,warga Rejomulyo Metro Selatan mengakui ia anggota kelompok tani dan pernah menjabat Ketua Asosiasi Petani Tembakau (APTI) Kota Metro.

“Mulai tahun 2014 – 2015 bahwa ia sebagai Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kota Metro. Hasil Munas di Lamongan Kota Solo, Jawa Tengah. Pada waktu itu ada dua kubu terpecah menjadi dua kelompok, tetapi saya tidak tahu siapa di kelompok yang satunya,” kata Roni.

Ditambahkan Roni, ia mengakui jika masih tetap menjadi Ketua Kelompok tani sampai dengan sekarang di tahun 2020.

“Saya masih tetap menerima bantuan di tahun 2019 dari Dinas Pertanian Kota Metro.Tetapi bantuan hanya berupa bibit tembakau siap tanam sejumlah 18 ribu batang dan pupuk NPK mutiara untuk lahan per satu hektar,” tutup Roni.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *