Dugaan hubungan spesial Kasi Paud Dinas Pendidikan Serang dengan Penilik Paud Kecamatan Mancak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Serang Banten – Meninjaklanjuti tidak cairnya BOP di dua lembaga Paud menimbulkan pertanyaan besar. Hal ini diperkuat dari hak jawab Kasi Paud Dinas Pendidikan Serang kepada awak media saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Senin, (10/8).

Janjusi selaku Kasi Paud memaparkan bahwa yang tidak dicairkan BOP nya itu karena tidak di verifikasi.

“Dalam pencairan BOP ada tahapan-tahapan, mulai dari menyusun proposal kemudian dilakukan verifikasi oleh pihak kecamatan. Verifikasi itu untuk memastikan dengan ajuan uang yang akan diterima,” terang Janjusi.

Per 31 Maret kita tarik dapodik, kita bekerja mulai adanya cobid-19 yaitu April, Mei, dan Juni, proposal alhamdullilah sudah masuk sampai akhir April, paparnya.

Karena covid-19 saya hanya kasih waktu sebentar bagi para penilik untuk melakukan verifikasi kesetiap Paud dan pasti banyak tehnik yang dilakukan para penilik.

Untuk keempat lembaga yang belum di verifikasi dilakukan undangan oleh Penilik untuk hadir di UPT dan itu tidak hadir juga. Berkali-kali diingatkan oleh rekan-rekan tidak datang juga sampai ada bahasa,”mending gak usah cairlah, adapun masalah personal kita tidak ikut campur kenapa sampai tidak hadir,” papar Janjusi.

Lanjutnya, tapi saya sebagai orang tua dibagian Paud yaitu sebagai Kasi Paud kabupaten Serang kasih kesempatan 1 Mingggu untuk melakukan verifikasi, tapi tetap tidak hadir juga.

Saya laporkan ke Kadis bahwa ada Dua Paud yang belum di verifikasi dan memerintahkan saya untuk turun langsung kebawah.

Nah, setelah saya turun ternyata LPJnya ada tetapi tidak dilaporkan, yang artinya secara juklisnya tidak bisa.

Saya menunggu di Mushollah sampai sore dan ternyata untuk di verifikasi tidak ada yang datang menemui, dan jika ada aja salah satu perwakilan dari Paud tersebut mungkin bisa dicairkan.

Namun sangat berbeda dengan hak jawab dari salah satu Guru Paud Bani Insani yang namanya enggan disebutkan melalui telepon selulernya menyampaikan keMitrapol.com, saat datang ke UPT untuk pengajuan Verifikasi, dengan antrian yang panjang dan ternyata bahwa dirinya disuruh pulang dikarenakan bukan pihak pengelola.

Iya pak, saya datang ke UPT untuk mengantarkan pengajuan dari pagi ngantri sampe jam 2 sore. Saya ditanya ibu mau ngapain, pengelola bukan? terus saya jawab bukan pak, pengelolanya lagi mengais rejeki apalagi karena keadaan covid pak. Tapi saya diusir pak dengan mengatakan “kalo bukan pengelola tidak bisa mengajukan”.

Jujur saya takut pak, tambahnya. sebenarnya kami selalu ditakuti-takuti Penilik pak. seharusnya Penilik itu bukan untuk menakut-nakutin seharusnya sebagai pembina, paparnya.

Keterangan dari Titin, salah satu Guru Paud yang tidak menerima BOP menerangkan bahwa dirinya pernah menyakan ke Kasi Paud, Janjusi dan bahkan dimarahi ketika dirinya oleh Janjusi jika menanyakan ke Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Serang.

Iya saya pertanyakan ke Kasi, kenapa BOP untuk Al-Firdaus tidak cair, Kasi menjawab, tidak tau bu, terang Titin.

Saya pertanyakan ke Pak Kadis jawaban beliau nanti dibantu dan buktinya sampai sekarang tidak cair juga, tambah Titin.

Terangnya lagi, pak Kadis itu kalah sama Kasi yaitu Janjusi, dari jawaban pak Kadis mengatakan kepada saya bahwa urusan BOP itu bukan urusan saya tapi urusan pak Janjusi yaitu selaku Kasi Paud.

Saya bersama Paud yang satu yang tidak BOPnya tidak dicairkan untuk hadir menghadap ke Kasi, disana saya dipanggil dan mengatakan maaf bu, BOP tidak bisa dicairkan dengan alasan tidak verifikasi di lapangan, tambahnya.

Sedangkan saya sudah ada MoU, dan saya pertanyakan buat apa ada MoU pak?,tetap aja jawaban Kasi karena tidak melakukan verifikasi di lapangan.

Tapi ketika saya pertanyakan ke pak Kasi,”Bapak datang gak ke Paud saya?, kasi menjawab gak bu saya datang ke Musollah, terus saya mengatakan bagaimana bapak bisa ketemu kepala sekolah saya,” terang Titin

Saya juga aneh dan bingung pak, Kasi tetap mengatakan bahwa kita tidak melakukan verifikasi di lapangan pak, imbuh Titin

 

 

Pewarta : R. Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *