Jadi narasumber Talkshow, Bupati Gowa sampaikan cara mempersiapkan SDM unggul di masa yang akan datang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Gowa – Masa depan suatu daerah atau bangsa itu ditentukan oleh Sumber Daya Manusianya (SDM) saat ini. Olehnya itu, hal perlu dilakukan saat ini adalah mempersiapkan SDM atau generasi muda muda yang unggul dan memiliki kompetensi.

Hal inilah yang disampaikan oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menjadi narasumber pada Talkshow online Ngomongin Kemajuan dengan Tema “SDM Unggul, Kita Ukir Masa Depan Gemilang” yang diselenggarakan oleh Team Melompat Maju, Rabu (12/) malam.

“Pemuda yang ada hari ini adalah calon-calon penerus pemimpin bangsa yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.

Adnan menyebutkan bahwa kekayaan suatu daerah, bangsa dan negara bukan ditentukan karena sumber daya alamnya. Tetapi kekayaan bangsa dan negara ditentukan di manusianya. Banyak negara di dunia kaya Adnan tidak memiliki sumber daya alam tetapi dia bisa menjadi negara maju karena SDMnya yang baik.

“Kita lihat negara-negara tetangga kita bagaimana Singapura yang sama sekali tidak memiliki sumber daya alam yang mampu menjadi negara yang maju. Begitupun Malaysia, bahkan kalau kita melihat sejarah yang ada di tahun 1980-an Malaysia datang belajar ke Indonesia tapi sekarang lebih maju dari Indonesia,” ujarnya.

Salah satu yang perlu dilakukan oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kompetensi para SDM adalah dengan memperbaiki sistem pendidikan. Pendidikan ini harus menjadi perhatian utama Pemerintah dan harus merata di seluruh Indonesia.

Dengan sistem pendidikan yang baik, diharapkan para generasi muda betul-betul dapat menguasai sesuai dengan kompetensinya. Sehingga kedepannya para generasi penerus bisa menyesuaikan sesuai dengan perkembangan zaman yang ada.

Di Kabupaten Gowa sendiri kata Adnan bidang menjadi menajdi program utama Pemerintah Kabupaten Gowa dan telah menjadikan Gowa sebagai Kabupaten pendidikan. Banyak Program di bidang pendidikan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.

Seperti mengganti kurikulum pada sekolah dasar (SD) yaitu dengan menghilangkan baca tulis dan menghitung pada kelas satu dan dan dua. Adnan menjelaskan pada kelas satu dan dua fokus pada pendidikan karakter adat, budaya, sopan santun, etika dan kebangsaan yang dikemas dalam bentuk permainan.

Karakter penting ditanamkan sejak dini khususnya di usia 0 sampai 8 tahun. Karena ini merupakan masa keemasan bagi anak-anak. Adnan menyebutkan membentuk karakter anak jauh lebih susah dibandingkan dengan membuat anak-anak tahu membaca, menulis dan berhitung.

“Prinsip negara maju mengatakan bahwa lebih baik anak saya tidak tahu berhitung dibandingkan dia tidak tahu yang namanya budaya antri. Artinya lebih baik anak kita tidak tahu tidak tahu membaca, menulis dibandingkan dia tidak tahu yang namanya kebudayaan. Betapa pentingnya karakter seseorang itu dibangun terlebih dahulu baru diajarkan yang namanya calistung,” ujar Adnan.

Selain mengubah kurikulum SD, sejumlah program Kabupaten Gowa di bidang pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM Seperti program Investasi SDM seperempat abad, yaitu pemberian beasiswa kepada siswa-siswi terbaik Kabupaten Gowa untuk kuliah di Universitas ternama di Indonesia.

Kemudian Pendidikan gratis, pembentukan satpol Pendidikan, Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) yaitu tidak adanya sistim tinggal kelas, serta Iman dan Taqwa (Imtaq) Indonesia.

“Setiap kebijakan harus memprioritaskan yang namanya pendidikan. Inilah yang kami lakukan di wilayah Kabupaten Gowa. Kami berharap mudah-mudahan meskipun indikatornya keberhasilannya lama, 15 sampai dengan 20 tahun tetapi memang ini untuk kita persiapkan bagi anak cucu dan keponakan kita di masa yang akan datang,” tandasnya.

Talkshow online yang diselenggarakan oleh Team Melompat Maju juga menghadirkan dua orang narasumber yaitu Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat (2008-2013) dan Maman Suherman yang merupakan salah seorang penulis dan penggiat literasi Indonesia.

 

 

Pewarta : Armand AR/JN

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *