DPRK Aceh Timur jangan khianati rakyat, dan jangan jadi oposisi Pura-pura

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, kembali melontarkan kritikan tajamnya ke arah DPRK Aceh Timur.

Ia mengingatkan lembaga legislatif itu, agar tidak berpura-pura dan mengkhianati rakyat dengan mengingkari fakta-fakta dari kondisi sosial di Aceh Timur saat ini, dan juga tidak menjadi oposisi pura – pura, melalui berbagai manuver dan sandiwara politik, seperti pembentukan pansus hingga penolakan LKPJ bupati, baru-baru ini, yang akhirnya diterima juga setelah Bupati Aceh Timur, H. Hasballah M. Thaib, SH, datang ke gedung dewan tersebut. Tulis Rony dalam rilis yang diterima media ini kamis 13 Agustus 2020

“Dewan jangan khianati rakyat, dan jangan jadi oposisi pura-pura, masak iya padahal sebelumnya terjadi ketegangan yang cukup dramatik di parlemen, akibat menumpuknya persoalan di Aceh Timur, tapi begitu bupati datang, seolah-olah seperti kedatangan Superman, lalu tiba-tiba semua masalah seakan hilang dan semua urusan pun beres, seolah tidak terjadi apa-apa di Aceh Timur ini, malah forumnya berubah jadi forum puja-puji dan banjir apresiasi kepada bupati dan jajarannya yang viral di media, kan aneh itu,” kata Ronny.

Ronny mencurigai, bahwa pansus – pansus yang digelar DPRK Aceh Timur hanya demi menciptakan posisi tawar politik, dan diduga demi terpenuhinya kepentingan pribadi serta kelompok, yang tidak jelas ujung pangkalnya, bahkan terkesan sama sekali tidak ada artinya bagi kehidupan publik di Aceh Timur.

“Kita curiga itu semua hanya demi terciptanya ‘Bargain Potition’ pihak legislatif ke eksekutif saja, apalagi kita tahu para dewan itu sudah lama menjerit, akibat baru menjabat, ternyata dana aspirasinya yang sangat sedikit, ya kabarnya cuma Rp.350 juta/ tahunnya, itu mungkin penyebab mereka bikin pansus – pansus, bahkan berani menolak LKPJ bupati, tapi apa dampak dari pansus-pansus itu bagi perubahan sosial di masyarakat? Enggak jelas,” ketus eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu

Ronny mengingatkan, agar DPRK Aceh Timur tidak bermain – main, dan segera kembali ke fitrahnya serta memegang teguh amanat rakyat yang telah dititipkan kepada mereka, dan harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.

“Ingat, itu bukan lembaga untuk cari untung pribadi atau kelompok, Anda ada di sana karena rakyat, bukan karena bupati, tugas anda adalah menyuarakan suara hati rakyat, sampai rakyat benar-benar merasakan keadilan dan kesejahteraan serta kemajuan dengan sedemikian rupa, bukan malah bermesra-mesraan bersama bupati di gedung dewan itu, sedangkan rakyat masih dililit kesengsaraan dan penderitaan,” tandas aktivis cadas itu.

“Ini jangan sampai dilupakan, urusan gas elpiji aja enggak beres koq diapresiasi, belum lagi soal dana Covid 19 Rp. 30,7 miliar, pejabat mesum, pejabat pelaku kekerasan, dugaan KKN, dugaan monopoli proyek, aparat desa bermasalah, dan masalah kemiskinan serta pengangguran, juga tumpukan berbagai persoalan besar lainnya , koq malah jadi berakhir banjir puja-puji, kita patut mencurigai kayaknya ada yang enggak beres di sana itu, ” ujar putera Idi Rayeuk, berdarah Aceh – Minang itu.

Dia berharap DPRK Aceh Timur, konsisten memperjuangkan hak – hak masyarakat dan mengawasi pemerintahan demi kemajuan Aceh Timur di segala bidang, dan tidak terjebak atau tersandera kepentingan pragmatis pribadi atau partisan.

“Tolong diingat, kondisi Aceh Timur, secara ekonomi, sosial, politik,hukum dan lainnya sangat terpuruk, terlalu banyak masalah yang harus diungkap dan diluruskan, jadi janganlah putar-putar lagi film atau kaset lagu lama yang semakin melukai perasaan rakyat, jangan sampai berhenti bicarakan kepentingan rakyat begitu dapat maunya, itu lagu lama, dan kami akan selalu mendukung serta mengawasi anda semua, dalam upaya perjuangan demi kemajuan rakyat, seperti yang dijanjikan di masa kampanye,” pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.

 

 

Reporter : Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *