Penyerobotan lahan warga di Kampung Jati Rejo, Percut Sei Tuan, Polisi akan tinjau untuk faktakan lokasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Terkait penyerobotan lahan di Kampung Jati Rejo, Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan, Polda Sumut berjanji akan tinjau untuk faktakan lokasi lahan warga yang dilakukan oknum pengusaha.

Penyidik Unit 5 Subdit II Ditreskrimum Poldasu, Kompol Efendi Tarigan ketika dikonfirmasi Mitrapol melalui seluler (12/8), mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan menindak lanjuti laporan warga tersebut. “akan melakukan tinjau untuk fakta lokasi,”katanya.

Sebelumnya, Asun, warga jalan Ketaren Raya, Dusun IV, Desa Helvetia, Kec Labuhan Deli, yang kedua kalinya dipanggil Poldasu (5 /6/2020), atas kasus penyerobotan lahan milik kelompok masyarakat yang tergabung di Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) dengan luas lebih kurang 3,5 Hektar yang berada di Kampung Jati Rejo, Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan.

Namun tak juga menghadiri panggilan Poldasu itu, Asun malah melakukan pembanguan tembok setinggi 4 meter di lahan 3,5 hektar itu, yang selama ini dimiliki 600 KK, tergabung di BPRPI dengan menguasai 97 hektar milik adat rakyat Kampong Jati Rejo, Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan

Ketua Pengurus Wilayah Deli Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI), Budi Darmansyah Ginting, warga Pancing 2 jalan Budi Utomo, Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan, kepada Mitrapol beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa dirinya beserta 600 KK yang tergabung di dalam BPRPI telah menyurati Poldasu pada 24 Febuari 2020, atas tindakkan Asun dkk yang telah melakukan penyerobotan lahan yang selama ini kuasai warga yang telah membangun fasilitas umum, Sekolah Nasional RA Kartini Tingkat Paud-SMA dan Panti Asuhan Muslim maupun Non Muslim.

“Kita juga telah layangkan surat ini ke Kapoldasu dan ditembuskan ke Mabes Polri di Jakarta, agar kasus penyerobotan lahan warga yang kita laporkan ke Poldasu ini segera dituntaskan dan lahan tersebut dikembalikan lagi ke warga yang tergabung di BPRPI, sebab selama ini, Asun yang telah dipanggil 2 kali oleh Poldasu, tidak pernah hadir, malah terus melanjuti pembangunan pagar setinggi 4 meter, seakan kasus ini mengambang di Polisi,” pungkasnya.

 

 

Team

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *